Yaṁ nimmalena pattabbaṁ,
Apa yang harus dicapai oleh yang tak bernoda,
The supreme should be attained by the unstained,
Sutta tentang Sebutan-sebutan bagi Yang Tercerahkan
Sutta ini mengajak kita merenungkan makna di balik gelar-gelar spiritual yang agung. Mari kita simak bagaimana Sang Buddha menjelaskan bahwa semua pencapaian tertinggi yang dicari para pencari spiritual, pada akhirnya merujuk pada satu realitas yang sama: kebebasan sempurna dari seorang Tathāgata.
Sutta ini adalah khotbah pendek Sang Buddha kepada para bhikkhu tentang berbagai sebutan atau julukan bagi seorang Tathāgata, Yang Layak, Yang Tercerahkan Sempurna. Sebutan-sebutan seperti Pertapa, Brahmana, Penguasa Pengetahuan, Tabib, Yang Tak Bernoda, Yang Suci Murni, Yang Mengetahui, dan Yang Terbebaskan, semuanya merujuk pada kualitas pencapaian spiritual tertinggi. Di akhir khotbah, Sang Buddha menegaskan pencapaian-Nya sendiri dengan syair yang menggambarkan kemenangan batin dan kebebasan sempurna.
Yaṁ nimmalena pattabbaṁ,
Apa yang harus dicapai oleh yang tak bernoda,
The supreme should be attained by the unstained,
vimalena sucīmatā;
yang suci murni dan bersih;
stainless and pure;
Yaṁ ñāṇinā ca pattabbaṁ,
Apa yang harus dicapai oleh seorang yang mengetahui,
it should be attained by a knower,
vimuttena anuttaraṁ.
oleh yang terbebaskan, yang tiada bandingnya.
who is free.
Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.