Puna caparaṁ, bhikkhave, bhikkhuno uppanno hoti appamattako ābādho.
Selanjutnya, para bhikkhu, seorang bhikkhu menderita sakit ringan.
Furthermore, a mendicant feels a little sick.
Dasar-dasar Kemalasan dan Pembangkitan Energi
Sutta ini menyajikan dua daftar yang saling berhadapan: delapan alasan untuk bermalas-malasan dan delapan alasan untuk membangkitkan semangat. Perhatikan bagaimana situasi yang sama bisa menghasilkan respons yang sangat berbeda, hanya bergantung pada cara kita memandangnya.
Dalam khotbah ini, Sang Buddha menguraikan delapan kondisi yang sering dijadikan alasan untuk bermalas-malasan, seperti memiliki pekerjaan, sedang dalam perjalanan, atau merasa tidak enak badan. Kemudian, Ia membaliknya dengan menunjukkan delapan kondisi yang sama sebagai justru pemicu untuk membangkitkan semangat, dengan cara mengubah cara pandang terhadap kondisi tersebut.
Puna caparaṁ, bhikkhave, bhikkhuno uppanno hoti appamattako ābādho.
Selanjutnya, para bhikkhu, seorang bhikkhu menderita sakit ringan.
Furthermore, a mendicant feels a little sick.
Tassa evaṁ hoti—
Ia berpikir:
They think:
uppanno kho me ayaṁ appamattako ābādho. Ṭhānaṁ kho panetaṁ vijjati yaṁ me ābādho pavaḍḍheyya. Handāhaṁ paṭikacceva vīriyaṁ ārabhāmi …pe…
‘Sakit ringan ini telah muncul padaku. Ada kemungkinan penyakit ini akan bertambah parah. Baiklah, aku akan membangkitkan energi lebih dahulu …’ …
‘I feel a little sick. It’s possible this illness will worsen. I’d better preemptively rouse up energy …’ …
idaṁ, bhikkhave, sattamaṁ ārambhavatthu.
Ini, para bhikkhu, adalah landasan ketujuh untuk membangkitkan energi.
This is the seventh ground for arousing energy.
Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.