an8.76:4.1 Dan apakah, para bhikkhu, kehidupan yang seimbang?
an8.76:4.2 Di sini, para bhikkhu, seorang putra keluarga, setelah mengetahui pemasukan kekayaannya dan mengetahui pengeluaran kekayaannya, menjalankan kehidupan yang seimbang, tidak terlalu boros dan tidak terlalu kikir: ‘Dengan cara ini pemasukanku akan melebihi pengeluaranku, dan pengeluaranku tidak akan melebihi pemasukanku.’
an8.76:4.3 Para bhikkhu, bagaikan seorang penimbang atau murid penimbang yang mengangkat timbangan mengetahui: ‘serendah ini atau setinggi ini’,
an8.76:4.4 demikian pula, para bhikkhu, seorang putra keluarga yang mengetahui pemasukan dan pengeluaran kekayaannya, menjalankan kehidupan yang seimbang, tidak terlalu boros juga tidak terlalu kikir: ‘Dengan cara ini pemasukanku akan melebihi pengeluaranku, dan pengeluaranku tidak akan melebihi pemasukanku.’
an8.76:4.5 Jika, para bhikkhu, seorang putra keluarga berpenghasilan sedikit namun menjalani kehidupan yang mewah, maka akan ada yang berkata: ‘Putra keluarga ini memakan kekayaannya seperti pemakan buah ara!’
an8.76:4.6 Tetapi jika, para bhikkhu, seorang putra keluarga berpenghasilan besar namun menjalani kehidupan yang susah, maka akan ada yang berkata: ‘Putra keluarga ini akan mati kelaparan!’
an8.76:4.7 Akan tetapi, para bhikkhu, ketika seorang putra keluarga yang mengetahui pemasukan dan pengeluaran kekayaannya, menjalankan kehidupan yang seimbang, tidak terlalu boros juga tidak terlalu kikir: ‘Dengan cara ini pemasukanku akan melebihi pengeluaranku, dan pengeluaranku tidak akan melebihi pemasukanku.’
an8.76:4.8 Ini, para bhikkhu, disebut kehidupan yang seimbang.
