an8.74:1.1 Ekaṁ samayaṁ bhagavā nātike viharati giñjakāvasathe.
an8.74:1.2 Tatra kho bhagavā bhikkhū āmantesi …pe…
an8.74:1.3 maraṇassati, bhikkhave, bhāvitā bahulīkatā mahapphalā hoti mahānisaṁsā amatogadhā amatapariyosānā.
Perhatian pada Kematian (Ke dua)
Sutta ini mengajak kita melihat kematian bukan sebagai sesuatu yang menakutkan, melainkan sebagai cermin untuk memeriksa kualitas batin kita sendiri. Mari kita simak bagaimana Sang Buddha merancang latihan kontemplasi yang praktis dan mendalam ini.
Dalam khotbah ini, Sang Buddha mengajarkan cara melatih perhatian pada kematian (maraṇassati) yang membawa hasil besar dan berpuncak pada tanpa-kematian (amata). Latihan ini dilakukan dengan merenungkan berbagai penyebab kematian yang bisa datang kapan saja, lalu memeriksa apakah masih ada kualitas buruk yang belum dilepaskan. Jika ada, seorang bhikkhu harus berusaha keras melepaskannya; jika tidak, ia berdiam dengan sukacita dan terus berlatih dalam kualitas-kualitas baik.
an8.74:1.1 Ekaṁ samayaṁ bhagavā nātike viharati giñjakāvasathe.
an8.74:1.2 Tatra kho bhagavā bhikkhū āmantesi …pe…
an8.74:1.3 maraṇassati, bhikkhave, bhāvitā bahulīkatā mahapphalā hoti mahānisaṁsā amatogadhā amatapariyosānā.
Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.