Aṅguttara Nikāya · Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang
KENALI DUNIA AN 8.74
Kenali dunia dalam sutta ini
Sutta ini mengajak kita melihat kematian bukan sebagai sesuatu yang menakutkan, melainkan sebagai cermin untuk memeriksa kualitas batin kita sendiri. Mari kita simak bagaimana Sang Buddha merancang latihan kontemplasi yang praktis dan mendalam ini.
Dalam khotbah ini, Sang Buddha mengajarkan cara melatih perhatian pada kematian (maraṇassati) yang membawa hasil besar dan berpuncak pada tanpa-kematian (amata). Latihan ini dilakukan dengan merenungkan berbagai penyebab kematian yang bisa datang kapan saja, lalu memeriksa apakah masih ada kualitas buruk yang belum dilepaskan. Jika ada, seorang bhikkhu harus berusaha keras melepaskannya; jika tidak, ia berdiam dengan sukacita dan terus berlatih dalam kualitas-kualitas baik.
Pengantar Tiga Keranjang · bukan bagian dari teks kanonik.
an8.74:2.1 And how is mindfulness of death developed and cultivated to be very fruitful and beneficial, with freedom from death as its objective and culmination?
an8.74:2.2 As day passes by and night draws close, a mendicant reflects:
an8.74:2.4 A snake might bite me, or a scorpion or centipede might sting me.
an8.74:2.5 And if I died from that it would be an obstacle to my progress.
an8.74:2.6 Or I might stumble off a cliff, or get food poisoning, or suffer a disturbance of bile, phlegm, or piercing winds. Or I might be attacked by humans or non-humans.
an8.74:2.7 And if I died from that it would be an obstacle to my progress.’
Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.
AN 8.74 · Perhatian pada Kematian (Ke dua) | Tiga Keranjang