‹
AN 8.73

Paṭhamamaraṇassatisutta

Khotbah tentang Perhatian pada Kematian (1)

Aṅguttara Nikāya · Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang

KENALI DUNIA AN 8.73

Kenali dunia dalam sutta ini

Sutta ini mengajak kita merenungkan betapa singkatnya hidup dan bagaimana kesadaran akan kematian dapat menjadi pendorong latihan. Perhatikan bagaimana Sang Buddha menilai jawaban para bhikkhu, dan renungkan cara kita sendiri dalam menyikapi kefanaan.

TOKOH & TEMPAT

Sinopsis singkat

Sang Buddha menanyakan kepada para bhikkhu apakah mereka mengembangkan perhatian pada kematian. Satu per satu, para bhikkhu menjawab dengan cara mereka masing-masing, mulai dari yang mengharapkan hidup selama satu hari satu malam hingga yang hanya mengharapkan hidup selama satu tarikan napas. Sang Buddha kemudian menilai bahwa mereka yang berlatih dengan kerangka waktu lebih panjang disebut berdiam dalam kelengahan, sedangkan mereka yang berlatih dengan kerangka waktu sangat singkat disebut berdiam dalam ketekunan, karena perhatian pada kematian yang tajam adalah yang terbaik untuk menghancurkan kekotoran batin.

Pengantar Tiga Keranjang · bukan bagian dari teks kanonik.
an8.73:12.1

Tasmātiha, bhikkhave, evaṁ sikkhitabbaṁ:

Oleh karena itu, para bhikkhu, hendaknya kalian berlatih demikian:

So you should train like this:

an8.73:12.2

‘appamattā viharissāma, tikkhaṁ maraṇassatiṁ bhāvayissāma āsavānaṁ khayāyā’ti.

‘Kami akan berdiam dalam ketekunan; kami akan dengan tajam mengembangkan pengingatan akan kematian demi hancurnya kekotoran batin.’

‘We will live diligently. We will keenly develop mindfulness of death for the ending of defilements.’

an8.73:12.3

Evañhi vo, bhikkhave, sikkhitabban”ti.

Demikianlah, para bhikkhu, hendaknya kalian berlatih.”

That’s how you should train.”

TEKS DI TIGA KERANJANG
IndonesiaTersedia

Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.