an8.71:3.1 Para bhikkhu, seorang bhikkhu memiliki keyakinan, bermoral, dan banyak belajar, tetapi bukan seorang pembabar Dhamma …
an8.71:3.2 ia bukan seorang yang sering menghadiri perkumpulan …
an8.71:3.3 ia tidak mengajarkan Dhamma kepada perkumpulan dengan percaya diri …
an8.71:3.4 ia mengajarkan Dhamma kepada perkumpulan dengan percaya diri, tetapi ia tidak mencapai sesuai keinginannya, tanpa kesulitan, tanpa kesusahan, keempat jhāna—meditasi yang menyenangkan dalam kehidupan ini yang termasuk pikiran yang lebih tinggi …
an8.71:3.5 ia mencapai sesuai keinginannya, tanpa kesulitan, tanpa kesusahan, keempat jhāna—meditasi yang menyenangkan dalam kehidupan ini yang termasuk pikiran yang lebih tinggi—tetapi ia tidak, dengan berakhirnya kekotoran batin, merealisasikan kebebasan pikiran yang tanpa kekotoran dan kebebasan melalui kebijaksanaan, dan berdiam setelah menyadarinya sendiri dengan pengetahuan langsung dalam kehidupan ini.
an8.71:3.6 Demikianlah ia tidak lengkap dalam hal itu.
an8.71:3.7 Maka ia harus melengkapi hal itu dengan berpikir:
an8.71:3.8 ‘Bagaimana aku dapat menjadi seorang yang berkeyakinan, bermoral, banyak belajar, pembabar Dhamma, yang sering hadir di tengah kumpulan, yang dengan percaya diri membabarkan Dhamma kepada kumpulan, yang mencapai dengan mudah, tanpa kesulitan, dan tanpa kendala keempat jhāna yang merupakan pencapaian batin yang lebih tinggi dan memberikan kebahagiaan dalam kehidupan ini, dan yang setelah menghancurkan kekotoran batin, hidup setelah merealisasikan kebebasan pikiran dan kebebasan melalui kebijaksanaan yang tanpa kekotoran dalam kehidupan ini juga?’
