an8.70:2.1 Kemudian Sang Bhagavā pergi ke Cāpāla Shrine, dan setelah tiba, Beliau duduk di tempat yang telah disiapkan.
an8.70:2.2 Setelah duduk, Sang Bhagavā berkata kepada Yang Mulia Ānanda:
Sutta tentang Gempa Bumi
Sutta ini mengisahkan momen krusial menjelang parinibbāna Buddha, dengan latar yang tenang namun sarat makna. Perhatikan bagaimana isyarat halus Buddha tidak ditangkap Ānanda, dan bagaimana Māra memanfaatkan kesempatan itu. Renungkan juga daftar delapan sebab gempa bumi sebagai cara memahami peristiwa kosmik dan spiritual dalam perspektif Buddhis.
Di Vesālī, Sang Buddha memberi isyarat berulang kali kepada Ānanda bahwa Beliau telah menguasai empat landasan kekuatan batin dan dapat hidup lebih lama, namun Ānanda tidak menangkap maksudnya. Setelah Ānanda pergi, Māra datang dan membujuk Buddha untuk segera parinibbāna, dan Buddha pun melepaskan kehendak untuk hidup, menyebabkan gempa bumi dahsyat. Buddha kemudian menjelaskan kepada Ānanda delapan sebab terjadinya gempa bumi besar, termasuk peristiwa-peristiwa penting dalam kehidupan seorang Buddha.
an8.70:2.1 Kemudian Sang Bhagavā pergi ke Cāpāla Shrine, dan setelah tiba, Beliau duduk di tempat yang telah disiapkan.
an8.70:2.2 Setelah duduk, Sang Bhagavā berkata kepada Yang Mulia Ānanda:
Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.