Ete ca ñatvā satimā sumedho,
Mengetahui hal-hal ini, seorang yang penuh perhatian dan bijaksana,
An intelligent and mindful person knows these things,
Dutiyalokadhammasutta
Sutta ini mengajak kita merenungkan bagaimana kita menyikapi pasang surut kehidupan sehari-hari. Perhatikan baik-baik perbedaan yang dijelaskan Buddha antara dua jenis orang dalam menghadapi delapan kondisi duniawi ini.
Dalam sutta ini, Buddha menjelaskan delapan kondisi duniawi—perolehan dan kehilangan, kemasyhuran dan kehinaan, celaan dan pujian, kebahagiaan dan penderitaan—yang selalu mengelilingi kehidupan manusia. Beliau membedakan bagaimana orang awam yang tidak terlatih larut dalam suka dan duka, sehingga pikirannya dikuasai oleh kondisi-kondisi tersebut, sementara siswa mulia yang terlatih memahami sifat tidak kekalnya dan tidak tergoyahkan. Perbedaan inilah yang menentukan terbebas atau tidaknya seseorang dari penderitaan.
Ete ca ñatvā satimā sumedho,
Mengetahui hal-hal ini, seorang yang penuh perhatian dan bijaksana,
An intelligent and mindful person knows these things,
Avekkhati vipariṇāmadhamme;
melihat bahwa semuanya akan berubah.
seeing that they’re perishable.
Iṭṭhassa dhammā na mathenti cittaṁ,
Hal-hal yang menyenangkan tidak mengganggu pikirannya,
Desirable things don’t disturb their mind,
Aniṭṭhato no paṭighātameti.
dan ia tidak ditolak oleh hal-hal yang tidak menyenangkan.
nor are they repelled by the undesirable.
Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.