Aṅguttara Nikāya · Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang
KENALI DUNIA AN 8.6
Kenali dunia dalam sutta ini
Sutta ini mengajak kita merenungkan bagaimana kita menyikapi pasang surut kehidupan sehari-hari. Perhatikan baik-baik perbedaan yang dijelaskan Buddha antara dua jenis orang dalam menghadapi delapan kondisi duniawi ini.
Dalam sutta ini, Buddha menjelaskan delapan kondisi duniawi—perolehan dan kehilangan, kemasyhuran dan kehinaan, celaan dan pujian, kebahagiaan dan penderitaan—yang selalu mengelilingi kehidupan manusia. Beliau membedakan bagaimana orang awam yang tidak terlatih larut dalam suka dan duka, sehingga pikirannya dikuasai oleh kondisi-kondisi tersebut, sementara siswa mulia yang terlatih memahami sifat tidak kekalnya dan tidak tergoyahkan. Perbedaan inilah yang menentukan terbebas atau tidaknya seseorang dari penderitaan.
Pengantar Tiga Keranjang · bukan bagian dari teks kanonik.
Maka perolehan juga menguasai pikirannya, kehilangan juga menguasai pikirannya, kemasyhuran juga menguasai pikirannya, kehinaan juga menguasai pikirannya, celaan juga menguasai pikirannya, pujian juga menguasai pikirannya, kesenangan juga menguasai pikirannya, kesakitan juga menguasai pikirannya.
So gain and loss, fame and disgrace, blame and praise, and pleasure and pain occupy their mind.
So evaṁ anurodhavirodhasamāpanno na parimuccati jātiyā jarāya maraṇena sokehi paridevehi dukkhehi domanassehi upāyāsehi.
Dengan dipenuhi oleh suka dan tidak suka demikian, mereka tidak terbebas dari kelahiran, penuaan, dan kematian, dari dukacita, ratapan, kesakitan, kesedihan, dan keputusasaan.
Being so full of favoring and opposing, they’re not freed from rebirth, old age, and death, from sorrow, lamentation, pain, sadness, and distress.
Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.