Ajjhattaṁ arūpasaññī, bahiddhā rūpāni passati.
Tanpa mempersepsikan bentuk secara internal, ia melihat bentuk-bentuk secara eksternal.
Not perceiving form internally, they see forms externally.
Kebebasan-kebebasan
Sutta ini mengajak kita merenungkan bagaimana pikiran dapat dilatih untuk melampaui batas-batas persepsi biasa. Mari kita simak dengan tenang, membiarkan setiap tingkatan kebebasan itu berbicara tentang kedalaman potensi batin manusia.
Dalam sutta ini, Sang Buddha mengajarkan kepada para bhikkhu tentang delapan jenis kebebasan (vimokkha) yang merupakan tingkatan-tingkatan pencapaian meditasi. Dimulai dari kebebasan melalui melihat bentuk-bentuk, kemudian melampaui bentuk menuju dimensi-dimensi tanpa bentuk yang semakin halus, hingga akhirnya mencapai lenyapnya persepsi dan perasaan. Sutta ini memberikan kerangka lengkap tentang tahapan-tahapan pembebasan pikiran dari belenggu materi dan persepsi.
Ajjhattaṁ arūpasaññī, bahiddhā rūpāni passati.
Tanpa mempersepsikan bentuk secara internal, ia melihat bentuk-bentuk secara eksternal.
Not perceiving form internally, they see forms externally.
Ayaṁ dutiyo vimokkho.
Ini adalah kebebasan kedua.
This is the second liberation.
Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.