an8.64:1.1 Ekaṁ samayaṁ bhagavā gayāyaṁ viharati gayāsīse.
an8.64:1.2 Tatra kho bhagavā bhikkhū āmantesi …pe…
an8.64:1.3 “pubbāhaṁ, bhikkhave, sambodhā anabhisambuddho bodhisattova samāno obhāsaññeva kho sañjānāmi, no ca rūpāni passāmi.
Khotbah di Puncak Gayā
Sutta ini mengajak kita merenungkan bagaimana pencapaian spiritual tertinggi pun dibangun melalui proses latihan yang bertahap dan menyeluruh. Simaklah bagaimana Sang Buddha menggambarkan usaha-Nya untuk memurnikan penglihatan batin hingga tuntas.
Dalam khotbah ini, Sang Buddha menceritakan proses pencerahan-Nya secara bertahap. Sebelum mencapai pencerahan sempurna, Beliau melatih diri untuk tidak hanya menyadari cahaya dan melihat bentuk, tetapi juga untuk berinteraksi dengan para dewa, mengetahui asal-usul mereka, akibat perbuatan yang membawa mereka terlahir di alam tersebut, hingga akhirnya pengetahuan dan penglihatan-Nya menjadi murni sepenuhnya dalam delapan putaran. Pencapaian inilah yang menjadi dasar pengakuan-Nya atas pencerahan sempurna di dunia ini.
an8.64:1.1 Ekaṁ samayaṁ bhagavā gayāyaṁ viharati gayāsīse.
an8.64:1.2 Tatra kho bhagavā bhikkhū āmantesi …pe…
an8.64:1.3 “pubbāhaṁ, bhikkhave, sambodhā anabhisambuddho bodhisattova samāno obhāsaññeva kho sañjānāmi, no ca rūpāni passāmi.
Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.