‹
AN 8.64

Gayāsīsasutta

Khotbah di Puncak Gayā

Aṅguttara Nikāya · Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang

KENALI DUNIA AN 8.64

Kenali dunia dalam sutta ini

Sutta ini mengajak kita merenungkan bagaimana pencapaian spiritual tertinggi pun dibangun melalui proses latihan yang bertahap dan menyeluruh. Simaklah bagaimana Sang Buddha menggambarkan usaha-Nya untuk memurnikan penglihatan batin hingga tuntas.

TOKOH & TEMPAT

Sinopsis singkat

Dalam khotbah ini, Sang Buddha menceritakan proses pencerahan-Nya secara bertahap. Sebelum mencapai pencerahan sempurna, Beliau melatih diri untuk tidak hanya menyadari cahaya dan melihat bentuk, tetapi juga untuk berinteraksi dengan para dewa, mengetahui asal-usul mereka, akibat perbuatan yang membawa mereka terlahir di alam tersebut, hingga akhirnya pengetahuan dan penglihatan-Nya menjadi murni sepenuhnya dalam delapan putaran. Pencapaian inilah yang menjadi dasar pengakuan-Nya atas pencerahan sempurna di dunia ini.

Pengantar Tiga Keranjang · bukan bagian dari teks kanonik.
an8.64:1.1

Ekaṁ samayaṁ bhagavā gayāyaṁ viharati gayāsīse.

Pada suatu ketika, Sang Bhagavā sedang menetap di Gayā, di Puncak Gayā.

At one time the Buddha was staying near Gayā on Gayā Head.

an8.64:1.2

Tatra kho bhagavā bhikkhū āmantesi …pe…

Di sana Sang Bhagavā berkata kepada para bhikkhu:

There the Buddha addressed the mendicants:

an8.64:1.3

“pubbāhaṁ, bhikkhave, sambodhā anabhisambuddho bodhisattova samāno obhāsaññeva kho sañjānāmi, no ca rūpāni passāmi.

“Para bhikkhu, sebelum pencerahan-Ku, ketika Aku masih belum tercerahkan namun bertekad untuk mencapai pencerahan, Aku hanya menyadari cahaya, tetapi tidak melihat bentuk-bentuk.

“Mendicants, before my awakening—when I was still not awake but intent on awakening—I perceived light but did not see forms.

TEKS DI TIGA KERANJANG
IndonesiaTersedia

Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.