Aṅguttara Nikāya · Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang
KENALI DUNIA AN 8.63
Kenali dunia dalam sutta ini
Sutta ini memperlihatkan bagaimana Sang Buddha menjawab permintaan ajaran singkat dengan memberikan peta latihan yang terstruktur namun padat. Perhatikan urutan latihannya—dari menstabilkan pikiran, mengembangkan cinta kasih, melatih konsentrasi, hingga penegakan perhatian—dan bagaimana semuanya bermuara pada kebebasan batin.
Seorang bhikkhu meminta Sang Buddha mengajarkan Dhamma secara singkat agar ia dapat berlatih sendirian. Sang Buddha memberikan instruksi bertahap: pertama menstabilkan pikiran secara internal, kemudian mengembangkan empat kebebasan batin (cinta kasih, belas kasih, kegembiraan, keseimbangan), melatih konsentrasi dalam berbagai mode, dan akhirnya mempraktikkan empat penegakan perhatian. Bhikkhu itu berlatih dengan tekun dan mencapai tingkat arahat.
Pengantar Tiga Keranjang · bukan bagian dari teks kanonik.
Kemudian bhikkhu itu, setelah dinasihati oleh Sang Bhagavā dengan nasihat ini, bangkit dari duduknya, memberi hormat kepada Sang Bhagavā, berjalan mengelilingi Beliau dengan menghadap ke kanan, lalu pergi.
When that mendicant had been given this advice by the Buddha, he rose from his seat, bowed, and respectfully circled the Buddha, keeping him on his right, before leaving.
Kemudian bhikkhu itu, dengan berdiam sendirian, terasing, tekun, bersemangat, dan bertekad, tidak lama kemudian—demi tujuan yang membuat para putra keluarga dengan benar meninggalkan kehidupan rumah tangga menuju kehidupan tanpa rumah—mencapai puncak tertinggi kehidupan suci, dan setelah menyadarinya sendiri dengan pengetahuan langsung, ia berdiam di dalamnya.
Then that mendicant, living alone, withdrawn, diligent, keen, and resolute, soon realized the supreme culmination of the spiritual path in this very life. He lived having achieved with his own insight the goal for which gentlemen rightly go forth from the lay life to homelessness.
Ia memahami: “Kelahiran telah berakhir, kehidupan suci telah dijalani, apa yang harus dilakukan telah dilakukan, tidak ada lagi kehidupan setelah ini.”
He understood: “Rebirth is ended; the spiritual journey has been completed; what had to be done has been done; there is nothing further for this place.”
Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.