an8.5:1.1 “Aṭṭhime, bhikkhave, lokadhammā lokaṁ anuparivattanti, loko ca aṭṭha lokadhamme anuparivattati.
Paṭhamalokadhammasutta
Sutta ini mengajak kita merenungkan delapan pasang pengalaman yang akrab dalam kehidupan sehari-hari—untung-rugi, terkenal-terlupakan, dipuji-dicela, senang-susah. Mari kita simak bagaimana Sang Buddha menggambarkan sifat sementara dari semua kondisi ini dan bagaimana sikap bijaksana terhadapnya dapat membawa kedamaian.
Dalam sutta ini, Sang Buddha mengajarkan tentang delapan kondisi duniawi—perolehan dan kehilangan, ketenaran dan kehinaan, celaan dan pujian, kebahagiaan dan penderitaan—yang selalu mengelilingi dunia dan kehidupan manusia. Ia menjelaskan bahwa kondisi-kondisi ini bersifat tidak kekal dan senantiasa berubah. Seorang yang bijaksana dan penuh perhatian, dengan memahami sifat ini, tidak terganggu oleh hal-hal yang menyenangkan maupun tidak menyenangkan, sehingga mencapai kedamaian dan melampaui kelahiran kembali.
an8.5:1.1 “Aṭṭhime, bhikkhave, lokadhammā lokaṁ anuparivattanti, loko ca aṭṭha lokadhamme anuparivattati.
an8.5:1.2 Katame aṭṭha?
an8.5:1.3 Lābho ca, alābho ca, yaso ca, ayaso ca, nindā ca, pasaṁsā ca, sukhañca, dukkhañca.
an8.5:1.4 Ime kho, bhikkhave, aṭṭha lokadhammā lokaṁ anuparivattanti, loko ca ime aṭṭha lokadhamme anuparivattatīti.
Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.