Aṅguttara Nikāya · Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang
KENALI DUNIA AN 8.57
Kenali dunia dalam sutta ini
Sutta ini memberikan gambaran tentang cita-cita seorang bhikkhu yang sempurna dalam praktik dan pengetahuan. Saat membacanya, perhatikan bagaimana setiap kualitas saling melengkapi, dari moralitas dasar hingga pencapaian tertinggi, dan renungkan bagaimana ajaran ini dapat menginspirasi praktik Anda sendiri.
Dalam sutta ini, Sang Buddha menjelaskan delapan kualitas yang membuat seorang bhikkhu layak menerima persembahan, keramahan, dan penghormatan, serta menjadi ladang jasa yang tiada taranya bagi dunia. Kualitas-kualitas tersebut mencakup moralitas, pembelajaran, pertemanan baik, pandangan benar, penguasaan jhāna, ingatan akan kehidupan lampau, mata dewa, dan penghancuran noda-noda. Sutta ini menegaskan pentingnya pengembangan spiritual yang menyeluruh dalam kehidupan monastik.
Pengantar Tiga Keranjang · bukan bagian dari teks kanonik.
“Para bhikkhu, seorang bhikkhu yang memiliki delapan kualitas layak menerima persembahan yang dipersembahkan kepada para dewa, layak menerima keramahan, layak menerima dana keagamaan, layak menerima penghormatan dengan tangan bersikap añjali, dan merupakan ladang jasa yang tiada taranya bagi dunia.
“Mendicants, a mendicant with eight qualities is worthy of offerings dedicated to the gods, worthy of hospitality, worthy of a religious donation, worthy of veneration with cupped palms, and is the supreme field of merit for the world.
Di sini, para bhikkhu, seorang bhikkhu bermoral, terkendali dalam Pātimokkha, berperilaku baik dan mencari dana makanan di tempat-tempat yang sesuai. Melihat bahaya dalam kesalahan sekecil apa pun, ia berlatih dalam aturan-aturan latihan yang telah ia terima.
It’s when a mendicant is ethical, restrained in the monastic code, conducting themselves well and resorting for alms in suitable places. Seeing danger in the slightest fault, they keep the rules they’ve undertaken.
Ia terpelajar, mengingat dan menyimpan apa yang telah dipelajarinya. Ajaran-ajaran ini baik di awal, baik di tengah, dan baik di akhir, bermakna dan tersusun baik, menggambarkan praktik spiritual yang sepenuhnya lengkap dan murni. Ia sangat terpelajar dalam ajaran-ajaran demikian, mengingatnya, melafalkannya, merenungkannya secara mental, dan menembusnya secara teoritis.
They’re learned, remembering and keeping what they’ve learned. These teachings are good in the beginning, good in the middle, and good in the end, meaningful and well-phrased, describing a spiritual practice that’s totally full and pure. They are very learned in such teachings, remembering them, reciting them, mentally scrutinizing them, and penetrating them theoretically.
Ia memperoleh empat jhāna—meditasi yang membahagiakan dalam kehidupan ini yang termasuk dalam pikiran yang lebih tinggi—sesuai keinginannya, tanpa kesulitan, tanpa kesusahan.
They get the four absorptions—blissful meditations in this life that belong to the higher mind—when they want, without trouble or difficulty.
Ia mengingat berbagai kehidupan lampau, yaitu: satu kelahiran, dua kelahiran ... demikianlah ia mengingat berbagai kehidupan lampau dengan ciri-ciri dan rinciannya.
They recollect many kinds of past lives, with features and details.
Ia merealisasikan kebebasan pikiran yang tanpa noda dan kebebasan melalui kebijaksanaan. Dan ia hidup setelah merealisasikannya dengan pengertian langsungnya sendiri dalam kehidupan ini juga karena hancurnya noda-noda.
They realize the undefiled freedom of heart and freedom by wisdom. And they live having realized it with their own insight in this very life due to the ending of defilements.
Para bhikkhu, seorang bhikkhu yang memiliki delapan kualitas ini layak menerima persembahan yang dipersembahkan kepada para dewa, layak menerima keramahan, layak menerima dana keagamaan, layak menerima penghormatan dengan tangan bersikap añjali, dan merupakan ladang jasa yang tiada taranya bagi dunia.”
A mendicant with these eight qualities is worthy of offerings dedicated to the gods, worthy of hospitality, worthy of a religious donation, worthy of veneration with cupped palms, and is the supreme field of merit for the world.”
Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.
AN 8.57 · Sutta tentang Layak Menerima Persembahan (Ke-1) | Tiga Keranjang