Saddho sīlena sampanno,
Berkeyakinan, sempurna dalam moralitas,
Faithful, accomplished in ethics,
Khotbah tentang Dīghajāṇu
Sutta ini adalah salah satu ajaran Buddha yang paling praktis dan relevan bagi umat awam. Mari kita simak bagaimana Beliau merangkai keseimbangan antara kehidupan duniawi dan tujuan spiritual dalam satu kesatuan yang utuh.
Dīghajāṇu, seorang perumah tangga Koliya, bertanya kepada Buddha bagaimana umat awam yang menikmati kehidupan duniawi dapat memperoleh kesejahteraan dan kebahagiaan, baik di kehidupan ini maupun kehidupan mendatang. Buddha menjawab dengan mengajarkan delapan kualitas: empat untuk kebahagiaan duniawi (usaha, perlindungan, pertemanan baik, dan keuangan seimbang) dan empat untuk kebahagiaan spiritual (keyakinan, moralitas, kedermawanan, dan kebijaksanaan).
Saddho sīlena sampanno,
Berkeyakinan, sempurna dalam moralitas,
Faithful, accomplished in ethics,
vadaññū vītamaccharo;
dermawan, bebas dari kekikiran;
bountiful, rid of stinginess,
Niccaṁ maggaṁ visodheti,
mereka selalu membersihkan jalan
they always purify the path
sotthānaṁ samparāyikaṁ.
menuju keselamatan di kehidupan yang akan datang.
to well-being in lives to come.
Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.