an8.51:4.1 Atha kho mahāpajāpatī gotamī “na bhagavā anujānāti mātugāmassa tathāgatappavedite dhammavinaye agārasmā anagāriyaṁ pabbajjan”ti dukkhī dummanā assumukhī rudamānā bhagavantaṁ abhivādetvā padakkhiṇaṁ katvā pakkāmi.
Khotbah tentang Gotamī
Sutta ini mengisahkan momen penting dalam sejarah awal Buddhisme: perjuangan Mahāpajāpati Gotamī dan para perempuan Sakya untuk ditahbiskan. Bacalah dengan terbuka untuk memahami bagaimana Buddha merespons permohonan ini dan apa saja syarat yang kemudian ditetapkan.
Mahāpajāpati Gotamī, bibi sekaligus ibu asuh Buddha, memohon agar kaum perempuan diizinkan meninggalkan kehidupan rumah tangga menjadi bhikkhunī. Permohonannya ditolak tiga kali oleh Buddha, namun ia tetap bertekad dengan memotong rambut dan mengikuti Buddha ke Vesālī. Atas bantuan Ānanda, Buddha akhirnya menetapkan delapan prinsip penghormatan (garudhamma) sebagai syarat penahbisan bagi perempuan, yang diterima Mahāpajāpati Gotamī. Sutta ditutup dengan penjelasan Buddha tentang dampak penahbisan perempuan terhadap lamanya Dhamma bertahan di dunia.
an8.51:4.1 Atha kho mahāpajāpatī gotamī “na bhagavā anujānāti mātugāmassa tathāgatappavedite dhammavinaye agārasmā anagāriyaṁ pabbajjan”ti dukkhī dummanā assumukhī rudamānā bhagavantaṁ abhivādetvā padakkhiṇaṁ katvā pakkāmi.
Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.