‹
AN 8.51

Gotamīsutta

Khotbah tentang Gotamī

Aṅguttara Nikāya · Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang

KENALI DUNIA AN 8.51

Kenali dunia dalam sutta ini

Sutta ini mengisahkan momen penting dalam sejarah awal Buddhisme: perjuangan Mahāpajāpati Gotamī dan para perempuan Sakya untuk ditahbiskan. Bacalah dengan terbuka untuk memahami bagaimana Buddha merespons permohonan ini dan apa saja syarat yang kemudian ditetapkan.

TOKOH & TEMPAT

Sinopsis singkat

Mahāpajāpati Gotamī, bibi sekaligus ibu asuh Buddha, memohon agar kaum perempuan diizinkan meninggalkan kehidupan rumah tangga menjadi bhikkhunī. Permohonannya ditolak tiga kali oleh Buddha, namun ia tetap bertekad dengan memotong rambut dan mengikuti Buddha ke Vesālī. Atas bantuan Ānanda, Buddha akhirnya menetapkan delapan prinsip penghormatan (garudhamma) sebagai syarat penahbisan bagi perempuan, yang diterima Mahāpajāpati Gotamī. Sutta ditutup dengan penjelasan Buddha tentang dampak penahbisan perempuan terhadap lamanya Dhamma bertahan di dunia.

Pengantar Tiga Keranjang · bukan bagian dari teks kanonik.
an8.51:16.1

Dve vassāni chasu dhammesu sikkhitasikkhāya sikkhamānāya ubhatosaṅghe upasampadā pariyesitabbā.

Seorang calon bhikkhuni (sikkhamānā) yang telah berlatih dalam enam aturan selama dua tahun harus mencari penahbisan (upasampadā) dari kedua komunitas (bhikkhu dan bhikkhuni).

A trainee nun who has trained in the six rules for two years should seek ordination from the communities of both monks and nuns.

an8.51:16.2

Ayampi dhammo sakkatvā garuṁ katvā mānetvā pūjetvā yāvajīvaṁ anatikkamanīyo.

Prinsip ini harus dihormati, dijunjung tinggi, dimuliakan, dan dipuja, serta tidak boleh dilanggar selama hidup masih berlangsung.

This principle should be honored, respected, esteemed, and venerated, and not transgressed so long as life lasts.

TEKS DI TIGA KERANJANG
IndonesiaTersedia

Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.