Aṅguttara Nikāya · Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang
KENALI DUNIA AN 8.43
Kenali dunia dalam sutta ini
Sutta ini adalah salah satu khotbah penting tentang praktik uposatha, yang ditujukan kepada seorang umat awam perempuan terkemuka. Mari kita simak bagaimana Buddha merinci praktik ini dan menjelaskan manfaatnya yang melampaui segala kemewahan duniawi.
Buddha mengajarkan Visākhā, ibu Migāra, tentang uposatha yang dilengkapi delapan faktor. Ia menjelaskan bagaimana seorang siswa mulia menjalankan uposatha dengan meniru para Arahanto dalam delapan hal, dan menekankan bahwa buah dari praktik ini jauh melampaui kekuasaan duniawi, bahkan kekuasaan atas enam belas negeri besar. Buddha kemudian menguraikan kebahagiaan surgawi yang dapat dicapai, dengan perbandingan skala waktu alam manusia dan alam dewa, serta diakhiri dengan syair pujian tentang keagungan uposatha.
Pengantar Tiga Keranjang · bukan bagian dari teks kanonik.
Mungkin saja, Visākhā, ada seorang perempuan atau laki-laki yang telah menjalankan uposatha dengan delapan faktor, setelah hancurnya jasmani, setelah kematian, akan terlahir kembali di tengah-tengah para dewa Cātumahārājika.
It’s possible that some woman or man who has observed the eight-factored sabbath will—when their body breaks up, after death—be reborn in the company of the gods of the four great kings.
Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.
AN 8.43 · Khotbah tentang Visākhā pada Hari Uposatha | Tiga Keranjang