an8.43:9.1 Bulan dan matahari, keduanya indah dilihat,
an8.43:9.2 memancarkan cahaya, berputar mengelilingi segala penjuru;
an8.43:9.3 Mereka penghalau kegelapan, pengembara di angkasa,
an8.43:9.4 bersinar di langit, menerangi segala penjuru.
Khotbah tentang Visākhā pada Hari Uposatha
Sutta ini adalah salah satu khotbah penting tentang praktik uposatha, yang ditujukan kepada seorang umat awam perempuan terkemuka. Mari kita simak bagaimana Buddha merinci praktik ini dan menjelaskan manfaatnya yang melampaui segala kemewahan duniawi.
Buddha mengajarkan Visākhā, ibu Migāra, tentang uposatha yang dilengkapi delapan faktor. Ia menjelaskan bagaimana seorang siswa mulia menjalankan uposatha dengan meniru para Arahanto dalam delapan hal, dan menekankan bahwa buah dari praktik ini jauh melampaui kekuasaan duniawi, bahkan kekuasaan atas enam belas negeri besar. Buddha kemudian menguraikan kebahagiaan surgawi yang dapat dicapai, dengan perbandingan skala waktu alam manusia dan alam dewa, serta diakhiri dengan syair pujian tentang keagungan uposatha.
an8.43:9.1 Bulan dan matahari, keduanya indah dilihat,
an8.43:9.2 memancarkan cahaya, berputar mengelilingi segala penjuru;
an8.43:9.3 Mereka penghalau kegelapan, pengembara di angkasa,
an8.43:9.4 bersinar di langit, menerangi segala penjuru.
Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.