‹
AN 8.41

Saṅkhittūposathasutta

Saṅkhittūposathasutta

Aṅguttara Nikāya · Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang

KENALI DUNIA AN 8.41

Kenali dunia dalam sutta ini

Sutta ini adalah panduan praktis tentang bagaimana umat awam dapat menjalankan hari uposatha dengan sungguh-sungguh. Perhatikan bagaimana setiap faktor dijelaskan dengan merujuk pada perilaku para Arahanto sebagai teladan, yang menjadi kunci dari praktik ini.

TOKOH & TEMPAT

Sinopsis singkat

Dalam khotbah ini, Sang Buddha menjelaskan kepada para bhikkhu tentang praktik uposatha yang dijalankan dengan delapan faktor. Beliau menguraikan bagaimana seorang siswa mulia, pada hari uposatha, berniat untuk meniru perilaku para Arahanto dalam delapan hal, mulai dari tidak membunuh hingga menggunakan tempat tidur yang rendah. Sutta ini menekankan bahwa menjalankan uposatha dengan delapan faktor ini akan membawa buah dan manfaat yang besar.

Pengantar Tiga Keranjang · bukan bagian dari teks kanonik.
an8.41:2.1

“Aṭṭhaṅgasamannāgato, bhikkhave, uposatho upavuttho mahapphalo hoti mahānisaṁso mahājutiko mahāvipphāro.

"Para bhikkhu, uposatha yang dijalankan dengan delapan faktor, jika dijalankan, akan berbuah besar, bermanfaat besar, bercahaya besar, dan melimpah luas.

“Mendicants, the observance of the sabbath with its eight factors is very fruitful and beneficial and brilliant and bountiful.

an8.41:2.2

Kathaṁ upavuttho ca, bhikkhave, aṭṭhaṅgasamannāgato uposatho mahapphalo hoti mahānisaṁso mahājutiko mahāvipphāro?

Dan bagaimanakah, para bhikkhu, uposatha yang dijalankan dengan delapan faktor itu berbuah besar, bermanfaat besar, bercahaya besar, dan melimpah luas?

And how should it be observed?

an8.41:2.3

Idha, bhikkhave, ariyasāvako iti paṭisañcikkhati:

Di sini, para bhikkhu, seorang siswa mulia merenungkan sebagai berikut:

It’s when a noble disciple reflects:

an8.41:2.4

‘yāvajīvaṁ arahanto pāṇātipātaṁ pahāya pāṇātipātā paṭiviratā nihitadaṇḍā nihitasatthā lajjī dayāpannā, sabbapāṇabhūtahitānukampino viharanti.

'Selama hidup, para Arahanto telah meninggalkan pembunuhan makhluk hidup, menjauhkan diri dari pembunuhan makhluk hidup, dengan tongkat diturunkan, dengan senjata diturunkan, malu berbuat jahat, dipenuhi welas asih, berdiam dengan penuh simpati demi kesejahteraan semua makhluk hidup.

‘As long as they live, the perfected ones give up killing living creatures, renouncing the rod and the sword. They are scrupulous and kind, and live full of sympathy for all living beings.

an8.41:2.5

Ahampajja imañca rattiṁ imañca divasaṁ pāṇātipātaṁ pahāya pāṇātipātā paṭivirato nihitadaṇḍo nihitasattho lajjī dayāpanno, sabbapāṇabhūtahitānukampī viharāmi.

Aku juga, pada hari ini dan malam ini, akan meninggalkan pembunuhan makhluk hidup, menjauhkan diri dari pembunuhan makhluk hidup, dengan tongkat diturunkan, dengan senjata diturunkan, malu berbuat jahat, dipenuhi welas asih, berdiam dengan penuh simpati demi kesejahteraan semua makhluk hidup.

I, too, for this day and night will give up killing living creatures, renouncing the rod and the sword. I’ll be scrupulous and kind, and live full of sympathy for all living beings.

an8.41:2.6

Imināpaṅgena arahataṁ anukaromi, uposatho ca me upavuttho bhavissatī’ti.

Dengan faktor ini, aku meniru para Arahanto, dan uposathaku akan dijalankan.'

I will observe the sabbath by doing as the perfected ones do in this respect.’

an8.41:2.7

Iminā paṭhamena aṅgena samannāgato hoti.

Inilah faktor pertama yang dimilikinya.

This is its first factor.

TEKS DI TIGA KERANJANG
IndonesiaTersedia

Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.