Evaṁ yajitvā medhāvī,
Setelah berkorban demikian, orang cerdas,
An intelligent person sacrifices like this,
Pemberian Orang Baik
Sutta ini mengajak kita merenungkan bagaimana cara memberi yang berkualitas, bukan sekadar apa yang diberikan. Perhatikan delapan aspek yang disebutkan dan bagaimana syairnya memperkuat pesan tentang ketulusan dan kebijaksanaan dalam berdana.
Dalam sutta ini, Sang Buddha menjelaskan delapan kualitas pemberian dari orang baik (sappurisadāna): memberi yang murni, terbaik, tepat waktu, layak, dengan bijaksana, teratur, dengan hati yang yakin, dan merasa gembira setelah memberi. Syair penutup menegaskan bahwa pemberian semacam itu dipuji oleh para bijaksana dan membawa kelahiran kembali di alam yang bahagia.
Evaṁ yajitvā medhāvī,
Setelah berkorban demikian, orang cerdas,
An intelligent person sacrifices like this,
saddho muttena cetasā;
yang berkeyakinan dengan pikiran yang melepas;
faithful, with a mind of letting go.
Abyābajjhaṁ sukhaṁ lokaṁ,
Ke dunia yang bahagia tanpa permusuhan,
Such an astute person is reborn
paṇḍito upapajjatī”ti.
orang bijaksana itu terlahir kembali.”
in a happy, pleasing world.”
Sattamaṁ.
Ketujuh.
Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.