an8.35:3.1 Di sini, para bhikkhu, seseorang memberikan dana kepada petapa atau brahmana berupa makanan, minuman, pakaian, kendaraan, bunga, wewangian, salep, tempat tidur, tempat tinggal, dan pelita.
an8.35:3.2 Apa yang ia berikan, itu ia harapkan kembali.
an8.35:3.3 Ia telah mendengar:
an8.35:3.4 ‘Para dewa Tāvatiṁsa …’
an8.35:3.5 ‘Para dewa Yāma …’
an8.35:3.6 ‘Para dewa Tusita …’
an8.35:3.7 ‘Para dewa Nimmānarati …’
an8.35:3.8 ‘Para dewa Paranimmitavasavattī berumur panjang, rupawan, dan penuh kebahagiaan.’
an8.35:3.9 Ia berpikir:
an8.35:3.10 ‘Oh, kiranya setelah hancurnya jasmani, setelah kematian, aku akan terlahir kembali di tengah-tengah para dewa Paranimmitavasavattī!’
an8.35:3.11 Ia menetapkan pikiran itu, mengokohkan pikiran itu, mengembangkan pikiran itu.
an8.35:3.12 Pikirannya itu, yang terlepas pada yang rendah dan tidak dikembangkan lebih jauh, mengarah pada kelahiran di sana.
an8.35:3.13 Setelah hancurnya jasmani, setelah kematian, ia terlahir kembali di tengah-tengah para dewa Paranimmitavasavattī.
an8.35:3.14 Tetapi Aku katakan, hal ini hanya bagi yang bermoral, bukan bagi yang tidak bermoral.
an8.35:3.15 Para bhikkhu, keinginan batin seseorang yang bermoral berhasil karena kemurniannya.
