an8.32:1.1 “Saddhā hiriyaṁ kusalañca dānaṁ,
an8.32:1.2 Dhammā ete sappurisānuyātā;
an8.32:1.3 Etañhi maggaṁ diviyaṁ vadanti,
an8.32:1.4 Etena hi gacchati devalokan”ti.
an8.32:1.5 Dutiyaṁ.
Memberi (Ke-2)
Sutta ini mengajak kita merenungkan kualitas batin yang menuntun pada kebahagiaan surgawi, dengan menekankan tiga hal sederhana namun mendalam: keyakinan, rasa malu, dan kemurahan hati.
Sutta pendek ini berisi syair tentang kualitas-kualitas yang diikuti oleh orang baik: keyakinan, rasa malu (hiri), dan pemberian yang baik. Syair ini menyatakan bahwa kualitas-kualitas tersebut merupakan jalan para dewa yang menuntun menuju alam surga.
an8.32:1.1 “Saddhā hiriyaṁ kusalañca dānaṁ,
an8.32:1.2 Dhammā ete sappurisānuyātā;
an8.32:1.3 Etañhi maggaṁ diviyaṁ vadanti,
an8.32:1.4 Etena hi gacchati devalokan”ti.
an8.32:1.5 Dutiyaṁ.
Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.