Pañcasu kho pana upādānakkhandhesu udayabbayānupassī viharati:
Mereka berdiam dengan merenungkan muncul dan lenyapnya lima kelompok unsur yang dilekati:
They meditate observing rise and fall in the five grasping aggregates.
Sutta tentang Kebijaksanaan
Sutta ini menyajikan daftar delapan faktor yang tampak sederhana namun saling terkait. Saat membacanya, perhatikan bagaimana setiap faktor membangun fondasi bagi faktor berikutnya, dan bagaimana keseluruhan faktor tersebut mengarah pada kebijaksanaan yang mendalam serta kehidupan komunitas yang harmonis.
Dalam sutta ini, Sang Buddha menjelaskan kepada para bhikkhu tentang delapan sebab dan kondisi yang mendukung perolehan serta perkembangan kebijaksanaan yang menjadi fondasi kehidupan spiritual. Delapan faktor tersebut mencakup bersandar pada guru, bertanya tentang ajaran, mengasingkan diri, bermoral, terpelajar, bersemangat, menghindari pembicaraan rendah, dan merenungkan muncul-lenyapnya lima kelompok unsur kehidupan. Sutta juga menunjukkan bagaimana kualitas-kualitas ini membuat seorang bhikkhu dihargai oleh rekan-rekan seperjalanannya dan membawa keharmonisan dalam komunitas.
Pañcasu kho pana upādānakkhandhesu udayabbayānupassī viharati:
Mereka berdiam dengan merenungkan muncul dan lenyapnya lima kelompok unsur yang dilekati:
They meditate observing rise and fall in the five grasping aggregates.
‘iti rūpaṁ, iti rūpassa samudayo, iti rūpassa atthaṅgamo;
‘Demikianlah bentuk, demikianlah asal mula bentuk, demikianlah lenyapnya bentuk;
‘Such is form, such is the origin of form, such is the disappearance of form.
iti vedanā, iti vedanāya samudayo, iti vedanāya atthaṅgamo;
demikianlah perasaan, demikianlah asal mula perasaan, demikianlah lenyapnya perasaan;
Such is feeling, such is the origin of feeling, such is the disappearance of feeling.
iti saññā …pe…
demikianlah persepsi, demikianlah asal mula persepsi, demikianlah lenyapnya persepsi;
Such is perception, such is the origin of perception, such is the disappearance of perception.
iti saṅkhārā …
demikianlah bentukan-bentukan kehendak, demikianlah asal mula bentukan-bentukan kehendak, demikianlah lenyapnya bentukan-bentukan kehendak;
Such are choices, such is the origin of choices, such is the disappearance of choices.
iti viññāṇaṁ, iti viññāṇassa samudayo, iti viññāṇassa atthaṅgamo’ti.
demikianlah kesadaran, demikianlah asal mula kesadaran, demikianlah lenyapnya kesadaran.’
Such is consciousness, such is the origin of consciousness, such is the disappearance of consciousness.’
Ayaṁ, bhikkhave, aṭṭhamo hetu aṭṭhamo paccayo ādibrahmacariyikāya paññāya appaṭiladdhāya paṭilābhāya, paṭiladdhāya bhiyyobhāvāya vepullāya bhāvanāya pāripūriyā saṁvattati.
Ini, para bhikkhu, adalah sebab kedelapan, kondisi kedelapan yang mengarah pada perolehan kebijaksanaan dasar kehidupan suci yang belum diperoleh, dan pada pertumbuhan, perkembangan, dan penyempurnaan kebijaksanaan yang telah diperoleh.
This is the eighth cause.
Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.