an8.29:19.1 Mereka yang terkendali, yang memiliki mata kebijaksanaan,
an8.29:19.2 yang diajarkan oleh Kerabat Matahari;
an8.29:19.3 Di antara mereka, jagalah dirimu, selalu waspada,
an8.29:19.4 hiduplah tanpa ternoda oleh kekotoran batin.
Kesempatan yang Hilang
Sutta ini mengajak kita merenungkan betapa berharganya kondisi manusia yang memiliki akses pada ajaran Buddha. Bacalah dengan kesadaran bahwa setiap kondisi yang disebutkan adalah undangan untuk melihat betapa istimewanya kesempatan yang kita miliki saat ini.
Dalam khotbah ini, Sang Buddha membahas delapan kondisi yang disebut 'akkhaṇa'—kesempatan yang hilang atau waktu yang tidak tepat—yang menghalangi seseorang untuk menjalani kehidupan suci. Kondisi-kondisi ini mencakup kelahiran di alam rendah, kelahiran di alam deva berumur panjang, kelahiran di daerah terpencil, memiliki pandangan salah, atau memiliki kebijaksanaan yang tumpul. Sang Buddha kemudian menegaskan bahwa hanya ada satu kesempatan sejati: ketika seorang Tathāgata telah muncul di dunia, Dhamma diajarkan, dan seseorang terlahir di wilayah tengah dengan kebijaksanaan yang cukup untuk memahami ajaran tersebut.
an8.29:19.1 Mereka yang terkendali, yang memiliki mata kebijaksanaan,
an8.29:19.2 yang diajarkan oleh Kerabat Matahari;
an8.29:19.3 Di antara mereka, jagalah dirimu, selalu waspada,
an8.29:19.4 hiduplah tanpa ternoda oleh kekotoran batin.
Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.