‹
AN 8.29

Akkhaṇasutta

Kesempatan yang Hilang

Aṅguttara Nikāya · Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang

KENALI DUNIA AN 8.29

Kenali dunia dalam sutta ini

Sutta ini mengajak kita merenungkan betapa berharganya kondisi manusia yang memiliki akses pada ajaran Buddha. Bacalah dengan kesadaran bahwa setiap kondisi yang disebutkan adalah undangan untuk melihat betapa istimewanya kesempatan yang kita miliki saat ini.

TOKOH & TEMPAT

Sinopsis singkat

Dalam khotbah ini, Sang Buddha membahas delapan kondisi yang disebut 'akkhaṇa'—kesempatan yang hilang atau waktu yang tidak tepat—yang menghalangi seseorang untuk menjalani kehidupan suci. Kondisi-kondisi ini mencakup kelahiran di alam rendah, kelahiran di alam deva berumur panjang, kelahiran di daerah terpencil, memiliki pandangan salah, atau memiliki kebijaksanaan yang tumpul. Sang Buddha kemudian menegaskan bahwa hanya ada satu kesempatan sejati: ketika seorang Tathāgata telah muncul di dunia, Dhamma diajarkan, dan seseorang terlahir di wilayah tengah dengan kebijaksanaan yang cukup untuk memahami ajaran tersebut.

Pengantar Tiga Keranjang · bukan bagian dari teks kanonik.

an8.29:1.1 “‘Now is the time! Now is the time!’ So says an unlearned ordinary person. But they don’t know whether it’s time or not.

an8.29:1.2 Mendicants, there are eight lost opportunities for spiritual practice.

an8.29:1.4 Firstly, a Realized One has arisen in the world—perfected, a fully awakened Buddha, accomplished in knowledge and conduct, holy, knower of the world, supreme guide for those fit for training, teacher of gods and humans, awakened, blessed. He teaches the Dhamma leading to peace, extinguishment, awakening, as proclaimed by the Holy One.

an8.29:1.5 But an individual has been reborn in hell.

an8.29:1.6 This is the first lost opportunity for spiritual practice.

TEKS DI TIGA KERANJANG
IndonesiaTersedia

Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.