an8.22:11.1 Ime kho me, bhante, aṭṭha acchariyā abbhutā dhammā saṁvijjanti.
an8.22:11.2 Na ca kho ahaṁ jānāmi:
an8.22:11.3 ‘katamehi cāhaṁ aṭṭhahi acchariyehi abbhutehi dhammehi samannāgato bhagavatā byākato’”ti.
Dengan Uggata dari Desa Gajah
Sutta ini memperlihatkan bagaimana seorang perumah tangga dapat mencapai pencerahan dan memiliki keyakinan yang kokoh. Perhatikan bagaimana Uggata merinci sendiri kualitas-kualitasnya, dan bagaimana Sang Buddha mengonfirmasi bahwa apa yang ia sampaikan adalah benar.
Sang Buddha menyatakan bahwa perumah tangga Uggata dari Desa Gajah memiliki delapan kualitas menakjubkan. Seorang bhikkhu kemudian mendatangi Uggata untuk menanyakan kualitas-kualitas tersebut. Uggata, yang tidak mengetahui pernyataan Sang Buddha, menjawab dengan memaparkan delapan kualitas yang ia sadari dalam dirinya sendiri, mulai dari keyakinan yang muncul saat pertama melihat Buddha hingga keyakinannya bahwa ia tidak akan terlahir kembali. Sang Buddha membenarkan pemaparan Uggata sebagai jawaban yang benar.
an8.22:11.1 Ime kho me, bhante, aṭṭha acchariyā abbhutā dhammā saṁvijjanti.
an8.22:11.2 Na ca kho ahaṁ jānāmi:
an8.22:11.3 ‘katamehi cāhaṁ aṭṭhahi acchariyehi abbhutehi dhammehi samannāgato bhagavatā byākato’”ti.
Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.