Evaṁ me sutaṁ—
Demikianlah telah kudengar:
So I have heard.
Sutta tentang Manfaat Cinta Kasih
Sutta ini adalah salah satu ajaran dasar tentang cinta kasih dalam Kanon Pāli. Mari kita simak dengan tenang bagaimana Sang Buddha merinci manfaat-manfaat yang bisa kita harapkan dari praktik mettā, serta syair penutup yang indah tentang keagungan cinta kasih.
Dalam sutta ini, Sang Buddha menjelaskan delapan manfaat yang dapat diharapkan ketika pembebasan pikiran melalui cinta kasih (mettā) dikembangkan secara sungguh-sungguh. Manfaat-manfaat tersebut mencakup kesejahteraan pribadi, hubungan harmonis dengan makhluk lain, perlindungan dari bahaya, dan kelahiran kembali di alam brahmā. Sutta ditutup dengan syair yang menegaskan keunggulan cinta kasih dibandingkan pengorbanan ritual dan pentingnya tidak membunuh.
Evaṁ me sutaṁ—
Demikianlah telah kudengar:
So I have heard.
ekaṁ samayaṁ bhagavā sāvatthiyaṁ viharati jetavane anāthapiṇḍikassa ārāme.
Pada suatu ketika, Sang Bhagavā sedang menetap di Sāvatthī, di Hutan Jeta, taman Anāthapiṇḍika.
At one time the Buddha was staying near Sāvatthī in Jeta’s Grove, Anāthapiṇḍika’s monastery.
Tatra kho bhagavā bhikkhū āmantesi:
Di sana Sang Bhagavā berkata kepada para bhikkhu:
There the Buddha addressed the mendicants,
“bhikkhavo”ti.
"Para bhikkhu!"
“Mendicants!”
“Bhadante”ti te bhikkhū bhagavato paccassosuṁ.
"Yang Mulia," jawab para bhikkhu itu kepada Sang Bhagavā.
“Venerable sir,” they replied.
Bhagavā etadavoca:
Sang Bhagavā berkata sebagai berikut:
The Buddha said this:
Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.