‹
AN 8.17

Paṭhamabandhanasutta

Sutta tentang Ikatan (1)

Aṅguttara Nikāya · Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang

KENALI DUNIA AN 8.17

Kenali dunia dalam sutta ini

Sutta ini mengajak kita merenungkan bagaimana keterikatan muncul melalui interaksi indrawi, dan mengapa sentuhan dianggap sebagai ikatan yang paling mengikat.

TOKOH & TEMPAT

Sinopsis singkat

Dalam khotbah singkat ini, Sang Buddha menjelaskan kepada para bhikkhu delapan cara seorang perempuan mengikat laki-laki: melalui tangisan, tawa, ucapan, penampilan, pemberian bunga liar, wewangian, rasa, dan sentuhan. Ia menegaskan bahwa makhluk yang terikat oleh sentuhan adalah yang paling terikat.

Pengantar Tiga Keranjang · bukan bagian dari teks kanonik.

an8.17:1.1 “Para bhikkhu, ada delapan cara seorang perempuan mengikat laki-laki.

an8.17:1.3 Dengan menangis, para bhikkhu, seorang perempuan mengikat laki-laki;

an8.17:1.4 dengan tertawa, para bhikkhu, seorang perempuan mengikat laki-laki;

an8.17:1.5 dengan berbicara, para bhikkhu, seorang perempuan mengikat laki-laki;

an8.17:1.6 dengan penampilan, para bhikkhu, seorang perempuan mengikat laki-laki;

an8.17:1.7 dengan pemberian bunga liar, para bhikkhu, seorang perempuan mengikat laki-laki;

an8.17:1.8 dengan wewangian, para bhikkhu, seorang perempuan mengikat laki-laki;

an8.17:1.9 dengan rasa, para bhikkhu, seorang perempuan mengikat laki-laki;

an8.17:1.10 dan dengan sentuhan, para bhikkhu, seorang perempuan mengikat laki-laki.

an8.17:1.11 Dengan delapan cara ini, para bhikkhu, seorang perempuan mengikat laki-laki.

an8.17:1.12 Para bhikkhu, makhluk-makhluk yang terikat oleh sentuhan adalah sungguh-sungguh terikat.”

TEKS DI TIGA KERANJANG
IndonesiaTersedia

Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.