an8.11:14.1So evaṁ samāhite citte parisuddhe pariyodāte anaṅgaṇe vigatūpakkilese mudubhūte kammaniye ṭhite āneñjappatte pubbenivāsānussatiñāṇāya cittaṁ abhininnāmesiṁ.
Ketika pikiran-Ku terpusat dalam samādhi demikian—murni, jernih, tanpa cela, bebas dari kekotoran, lentur, mudah diarahkan, kokoh, dan tidak tergoyahkan—Aku mengarahkannya menuju pengetahuan tentang mengingat kehidupan-kehidupan lampau.
When my mind had immersed in samādhi like this—purified, bright, flawless, rid of corruptions, pliable, workable, steady, and imperturbable—I extended it toward recollection of past lives.
an8.11:14.2So anekavihitaṁ pubbenivāsaṁ anussarāmi, seyyathidaṁ—ekampi jātiṁ dvepi jātiyo tissopi jātiyo catassopi jātiyo pañcapi jātiyo dasapi jātiyo vīsampi jātiyo tiṁsampi jātiyo cattālīsampi jātiyo paññāsampi jātiyo jātisatampi jātisahassampi jātisatasahassampi anekepi saṁvaṭṭakappe anekepi vivaṭṭakappe anekepi saṁvaṭṭavivaṭṭakappe: ‘amutrāsiṁ evaṁnāmo evaṅgotto evaṁvaṇṇo evamāhāro evaṁsukhadukkhappaṭisaṁvedī evamāyupariyanto. So tato cuto amutra udapādiṁ; tatrāpāsiṁ evaṁnāmo evaṅgotto evaṁvaṇṇo evamāhāro evaṁsukhadukkhappaṭisaṁvedī evamāyupariyanto. So tato cuto idhūpapanno’ti. Iti sākāraṁ sauddesaṁ anekavihitaṁ pubbenivāsaṁ anussarāmi.
Aku mengingat berbagai kehidupan lampau, yaitu: satu kelahiran, dua kelahiran, tiga kelahiran, empat kelahiran, lima kelahiran, sepuluh kelahiran, dua puluh kelahiran, tiga puluh kelahiran, empat puluh kelahiran, lima puluh kelahiran, seratus kelahiran, seribu kelahiran, seratus ribu kelahiran; banyak eon alam semesta yang menyusut, banyak eon alam semesta yang mengembang, banyak eon alam semesta yang menyusut dan mengembang. Aku mengingat: ‘Di sana Aku bernama demikian, berasal dari klan demikian, berpenampilan demikian, makanan-Ku demikian, Aku mengalami kesenangan dan kesakitan demikian, dan demikianlah akhir hidup-Ku. Setelah meninggal dunia dari sana, Aku terlahir kembali di tempat lain. Di sana pun Aku bernama demikian, berasal dari klan demikian, berpenampilan demikian, makanan-Ku demikian, Aku mengalami kesenangan dan kesakitan demikian, dan demikianlah akhir hidup-Ku. Setelah meninggal dunia dari sana, Aku terlahir kembali di sini.’ Demikianlah Aku mengingat berbagai kehidupan lampau beserta ciri-ciri dan detailnya.
I recollected many kinds of past lives. That is: one, two, three, four, five, ten, twenty, thirty, forty, fifty, a hundred, a thousand, a hundred thousand rebirths; many eons of the world contracting, many eons of the world expanding, many eons of the world contracting and expanding. I remembered: ‘There, I was named this, my clan was that, I looked like this, and that was my food. This was how I felt pleasure and pain, and that was how my life ended. When I passed away from that place I was reborn somewhere else. There, too, I was named this, my clan was that, I looked like this, and that was my food. This was how I felt pleasure and pain, and that was how my life ended. When I passed away from that place I was reborn here.’ And so I recollected my many kinds of past lives, with features and details.