“Rāgassa, bhikkhave, abhiññāya aṭṭha dhammā bhāvetabbā.
“Para bhikkhu, demi pengetahuan langsung atas nafsu, delapan hal harus dikembangkan.
“For insight into greed, eight things should be developed.
Khotbah Tanpa Judul tentang Nafsu (1)
Sutta ini sangat ringkas dan berulang, namun mengandung pesan penting tentang hubungan antara nafsu dan jalan praktik. Saat membacanya, perhatikan bagaimana setiap faktor jalan disebutkan sebagai sarana untuk memahami nafsu, bukan sekadar daftar kualitas abstrak.
Sutta ini adalah bagian dari Rāgapeyyāla, kumpulan teks ringkas yang membahas cara mengatasi nafsu (rāga). Dalam khotbah singkat ini, Buddha menyampaikan bahwa untuk memperoleh pengetahuan langsung atas nafsu, delapan faktor Jalan Mulia berunsur delapan harus dikembangkan. Beliau menyebutkan kedelapan faktor tersebut satu per satu, lalu menegaskan kembali tujuannya.
“Rāgassa, bhikkhave, abhiññāya aṭṭha dhammā bhāvetabbā.
“Para bhikkhu, demi pengetahuan langsung atas nafsu, delapan hal harus dikembangkan.
“For insight into greed, eight things should be developed.
Katame aṭṭha?
Apakah delapan itu?
What eight?
Sammādiṭṭhi, sammāsaṅkappo, sammāvācā, sammākammanto, sammāājīvo, sammāvāyāmo, sammāsati, sammāsamādhi—
Pandangan benar, kehendak benar, ucapan benar, perbuatan benar, penghidupan benar, usaha benar, perhatian benar, dan konsentrasi benar—
Right view, right purpose, right speech, right action, right livelihood, right effort, right mindfulness, and right immersion.
rāgassa, bhikkhave, abhiññāya ime aṭṭha dhammā bhāvetabbā”ti.
Para bhikkhu, demi pengetahuan langsung atas nafsu, delapan hal ini harus dikembangkan.”
For insight into greed, these eight things should be developed.”
Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.