Tasmā saddhañca sīlañca,
Maka hendaknya orang bijaksana mengabdikan diri
So let the wise devote themselves
Sutta tentang Ugga
Sutta ini mengajak kita merenungkan makna kekayaan sejati. Mari kita simak bagaimana Buddha merespons kekaguman Ugga dan apa yang Dia ajarkan tentang harta yang tidak pernah bisa hilang.
Ugga, seorang menteri kerajaan, mengagumi kekayaan Migāra dari Rohaṇa di hadapan Buddha. Buddha menanggapinya dengan menjelaskan bahwa kekayaan materi dapat dirampas oleh api, air, raja, pencuri, dan ahli waris yang tidak disayangi. Ia kemudian mengajarkan tujuh jenis kekayaan batin yang tidak dapat dirampas: keyakinan, moralitas, rasa malu, rasa takut akan perbuatan salah, pembelajaran, kedermawanan, dan kebijaksanaan. Sutta ditutup dengan syair yang menegaskan bahwa orang yang memiliki ketujuh kekayaan ini sungguh kaya dan tak terkalahkan di dunia.
Tasmā saddhañca sīlañca,
Maka hendaknya orang bijaksana mengabdikan diri
So let the wise devote themselves
pasādaṁ dhammadassanaṁ;
pada keyakinan, perilaku bermoral,
to faith, ethical behavior,
Anuyuñjetha medhāvī,
kepercayaan, dan pandangan terang akan Dhamma,
confidence, and insight into the teaching,
saraṁ buddhāna sāsanan”ti.
mengingat ajaran para Buddha.”
remembering the instructions of the Buddhas.”
Sattamaṁ.
Ketujuh.
Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.