Yassa ete dhanā atthi,
Ketika seseorang memiliki kekayaan-kekayaan ini,
When a woman or man
Sutta tentang Ugga
Sutta ini mengajak kita merenungkan makna kekayaan sejati. Mari kita simak bagaimana Buddha merespons kekaguman Ugga dan apa yang Dia ajarkan tentang harta yang tidak pernah bisa hilang.
Ugga, seorang menteri kerajaan, mengagumi kekayaan Migāra dari Rohaṇa di hadapan Buddha. Buddha menanggapinya dengan menjelaskan bahwa kekayaan materi dapat dirampas oleh api, air, raja, pencuri, dan ahli waris yang tidak disayangi. Ia kemudian mengajarkan tujuh jenis kekayaan batin yang tidak dapat dirampas: keyakinan, moralitas, rasa malu, rasa takut akan perbuatan salah, pembelajaran, kedermawanan, dan kebijaksanaan. Sutta ditutup dengan syair yang menegaskan bahwa orang yang memiliki ketujuh kekayaan ini sungguh kaya dan tak terkalahkan di dunia.
Yassa ete dhanā atthi,
Ketika seseorang memiliki kekayaan-kekayaan ini,
When a woman or man
itthiyā purisassa vā;
baik perempuan maupun laki-laki,
has these kinds of wealth,
Sa ve mahaddhano loke,
Sungguh, ia kaya raya di dunia ini,
they’re really rich in the world,
ajeyyo devamānuse.
tak terkalahkan di antara para dewa dan manusia.
invincible among gods and humans.
Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.