Aṅguttara Nikāya · Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang
KENALI DUNIA AN 7.75
Kenali dunia dalam sutta ini
Sutta ini mengajak kita merenungkan bahwa penguasaan aturan monastik bukanlah sekadar pengetahuan intelektual, melainkan harus disertai dengan praktik moral dan meditasi yang mendalam. Mari kita simak penjelasan Sang Buddha tentang tujuh kualitas seorang ahli Vinaya.
Dalam sutta ini, Sang Buddha menjelaskan tujuh kualitas yang menjadikan seorang bhikkhu sebagai ahli dalam hukum monastik (Vinaya). Kualitas-kualitas tersebut mencakup pengetahuan tentang pelanggaran dan tingkatannya, moralitas yang baik, penguasaan jhāna, serta pencapaian kebebasan batin melalui penghancuran kekotoran. Sutta ini menegaskan bahwa seorang ahli Vinaya sejati tidak hanya menguasai aturan, tetapi juga memiliki praktik spiritual yang mendalam.
Pengantar Tiga Keranjang · bukan bagian dari teks kanonik.
an7.75:1.7 They’re ethical, restrained in the monastic code, conducting themselves well and resorting for alms in suitable places. Seeing danger in the slightest fault, they keep the rules they’ve undertaken.
an7.75:1.8 They get the four absorptions—blissful meditations in this life that belong to the higher mind—when they want, without trouble or difficulty.
an7.75:1.9 They realize the undefiled freedom of heart and freedom by wisdom, and live having realized it with their own insight in this very life due to the ending of defilements.
an7.75:1.10 A mendicant with these seven qualities is an expert in the monastic law.”
Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.
AN 7.75 · Paṭhamavinayadharasutta | Tiga Keranjang