an7.74:12.0 Uddāna (ringkasan) untuk bab ini:
an7.74:12.1 Hiri, Sūriya, dan perumpamaan,
an7.74:12.2 pengetahui Dhamma, dan Pāricchattaka;
an7.74:12.3 dengan sungguh-sungguh, pengembangan, api,
an7.74:12.4 dan Sunetta serta Arakā.
Khotbah tentang Araka
Sutta ini mengajak kita merenungkan betapa singkat dan berharganya waktu hidup yang kita miliki. Melalui perumpamaan-perumpamaan yang kuat dan perhitungan yang gamblang, mari kita simak bagaimana Sang Buddha menekankan urgensi untuk berlatih dan berbuat baik selagi masih ada kesempatan.
Sang Buddha menceritakan tentang guru masa lampau bernama Araka yang mengajarkan murid-muridnya tentang singkatnya kehidupan manusia melalui serangkaian perumpamaan, seperti tetesan embun, gelembung air, dan sapi yang menuju tempat pemotongan. Meskipun pada masa itu manusia berumur sangat panjang, Araka tetap menekankan urgensi berbuat baik dan menjalani kehidupan spiritual. Sang Buddha kemudian menguraikan secara rinci betapa singkatnya hidup seratus tahun manusia saat ini, dihitung dalam musim, bulan, malam, hingga jumlah makanan yang dinikmati, dan diakhiri dengan ajakan untuk berlatih tanpa lengah.
an7.74:12.0 Uddāna (ringkasan) untuk bab ini:
an7.74:12.1 Hiri, Sūriya, dan perumpamaan,
an7.74:12.2 pengetahui Dhamma, dan Pāricchattaka;
an7.74:12.3 dengan sungguh-sungguh, pengembangan, api,
an7.74:12.4 dan Sunetta serta Arakā.
Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.