an7.71:2.1 Misalkan, para bhikkhu, seekor induk ayam memiliki delapan, sepuluh, atau dua belas telur.
an7.71:2.2 Telur-telur itu tidak dierami dengan baik, tidak dihangatkan dengan baik, tidak dirawat dengan baik oleh induk ayam tersebut.
an7.71:2.3 Meskipun induk ayam itu mungkin berkeinginan:
an7.71:2.4 ‘Oh, semoga anak-anak ayamku memecahkan cangkang telur dengan kuku kaki atau paruhnya dan menetas dengan selamat!’
an7.71:2.5 namun sesungguhnya anak-anak ayam itu tidak mampu memecahkan cangkang telur dengan kuku kaki atau paruhnya dan menetas dengan selamat.
an7.71:2.6 Mengapa demikian?
an7.71:2.7 Karena telur-telur itu tidak dierami dengan baik, tidak dihangatkan dengan baik, tidak dirawat dengan baik oleh induk ayam tersebut.
an7.71:2.8 Demikian pula, para bhikkhu, jika seorang bhikkhu berdiam tanpa tekun dalam pengembangan, meskipun keinginan ini muncul dalam dirinya:
an7.71:2.9 ‘Oh, semoga pikiranku terbebas dari kekotoran batin tanpa melekat!’
an7.71:2.10 namun sesungguhnya pikirannya tidak terbebas dari kekotoran batin tanpa melekat.
an7.71:2.11 Apakah sebabnya?
an7.71:2.12 Harus dikatakan: ‘Karena belum dikembangkannya.’
an7.71:2.13 Belum dikembangkan dalam hal apa?
an7.71:2.14 Empat penegakan perhatian, empat usaha benar, empat landasan kekuatan batin, lima indria, lima kekuatan, tujuh faktor pencerahan, dan jalan mulia berunsur delapan.
