an7.69:11.1 Yasmiṁ, bhikkhave, samaye ariyasāvako vitakkavicārānaṁ vūpasamā …pe… dutiyaṁ jhānaṁ upasampajja viharati,
an7.69:11.2 khārakajāto, bhikkhave, ariyasāvako tasmiṁ samaye hoti devānaṁva tāvatiṁsānaṁ pāricchattako koviḷāro.
Sutta Pohon Rindang
Sutta ini mengajak kita merenungkan perjalanan spiritual sebagai proses bertahap yang indah, seperti pertumbuhan pohon surgawi. Mari kita simak bagaimana Sang Buddha menggunakan perumpamaan ini untuk menggambarkan kemajuan seorang praktisi hingga mencapai tujuan tertinggi.
Sutta ini menggunakan perumpamaan Pohon Rindang (pāricchattaka koviḷāra) di alam para deva Tāvatiṁsa untuk menggambarkan perjalanan spiritual seorang siswa mulia. Seperti pohon yang melalui tujuh tahap dari daun menguning hingga berbunga sempurna, demikian pula seorang siswa mulia berkembang dari niat meninggalkan keduniawian hingga mencapai kebebasan total melalui penghancuran kekotoran batin. Ketika pencapaian tertinggi ini diraih, berita tentangnya menggema dari bumi hingga ke alam Brahmā, menunjukkan keagungan seorang yang telah mengakhiri kekotoran.
an7.69:11.1 Yasmiṁ, bhikkhave, samaye ariyasāvako vitakkavicārānaṁ vūpasamā …pe… dutiyaṁ jhānaṁ upasampajja viharati,
an7.69:11.2 khārakajāto, bhikkhave, ariyasāvako tasmiṁ samaye hoti devānaṁva tāvatiṁsānaṁ pāricchattako koviḷāro.
Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.