‹
AN 7.68

Dhammaññūsutta

Sutta tentang Yang Mengetahui Ajaran

Aṅguttara Nikāya · Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang

KENALI DUNIA AN 7.68

Kenali dunia dalam sutta ini

Sutta ini mengajak kita merenungkan kualitas-kualitas batin yang mendalam, bukan sekadar pengetahuan intelektual. Mari kita simak bagaimana Sang Buddha merinci tujuh pengetahuan ini, terutama di bagian akhir yang menunjukkan pentingnya tidak hanya memahami, tetapi juga mempraktikkan Dhamma demi kebaikan diri sendiri dan orang lain.

TOKOH & TEMPAT

Sinopsis singkat

Sutta ini membahas tujuh kualitas yang membuat seorang bhikkhu layak menerima persembahan dan menjadi ladang jasa yang tiada taranya bagi dunia. Ketujuh kualitas tersebut adalah mengetahui ajaran, mengetahui makna, mengenal diri sendiri, mengetahui kesederhanaan, mengetahui waktu yang tepat, mengetahui kumpulan orang, dan mengetahui individu-individu yang tinggi dan rendah. Bagian terakhir sutta menguraikan secara rinci bagaimana seorang bhikkhu memahami individu-individu melalui perbandingan berpasangan, dari yang tercela hingga yang terpuji.

Pengantar Tiga Keranjang · bukan bagian dari teks kanonik.
an7.68:3.1

Atthaññū ca kathaṁ hoti?

Dan bagaimanakah ia yang mengetahui makna?

And how are they one who knows the meaning?

an7.68:3.2

Idha, bhikkhave, bhikkhu tassa tasseva bhāsitassa atthaṁ jānāti:

Di sini, para bhikkhu, seorang bhikkhu mengetahui makna dari setiap pernyataan:

It’s when a mendicant knows the meaning of this or that statement:

an7.68:3.3

‘ayaṁ imassa bhāsitassa attho, ayaṁ imassa bhāsitassa attho’ti.

‘Ini makna dari pernyataan ini, itu makna dari pernyataan itu.’

‘This is what that statement means; that is what this statement means.’

an7.68:3.4

No ce, bhikkhave, bhikkhu tassa tasseva bhāsitassa atthaṁ jāneyya:

Jika, para bhikkhu, seorang bhikkhu tidak mengetahui makna dari setiap pernyataan:

If a mendicant did not know the meaning of this or that statement,

an7.68:3.5

‘ayaṁ imassa bhāsitassa attho, ayaṁ imassa bhāsitassa attho’ti, nayidha ‘atthaññū’ti vucceyya.

‘Ini makna dari pernyataan ini, itu makna dari pernyataan itu’, maka ia tidak akan disebut ‘yang mengetahui makna’.

they would not be called ‘one who knows the meaning’.

an7.68:3.6

Yasmā ca kho, bhikkhave, bhikkhu tassa tasseva bhāsitassa atthaṁ jānāti:

Tetapi karena, para bhikkhu, seorang bhikkhu mengetahui makna dari setiap pernyataan:

But because they do know the meaning of this or that statement,

an7.68:3.7

‘ayaṁ imassa bhāsitassa attho, ayaṁ imassa bhāsitassa attho’ti, tasmā ‘atthaññū’ti vuccati.

‘Inilah makna dari ucapannya, inilah makna dari ucapannya’—oleh karena itu ia disebut ‘seorang yang mengetahui makna’.

they are called ‘one who knows the meaning’.

an7.68:3.8

Iti dhammaññū, atthaññū.

Demikianlah ia yang mengetahui ajaran dan ia yang mengetahui makna.

Such is the one who knows the teachings and the one who knows the meaning.

TEKS DI TIGA KERANJANG
IndonesiaTersedia

Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.