‹
AN 7.66

Sattasūriyasutta

Sattasūriyasutta: Tujuh Matahari

Aṅguttara Nikāya · Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang

KENALI DUNIA AN 7.66

Kenali dunia dalam sutta ini

Sutta ini mengajak kita merenungkan skala kehancuran alam semesta yang luar biasa, bukan untuk menakut-nakuti, melainkan untuk melihat dengan jernih bahwa apa pun yang terbentuk pasti akan hancur. Dari perenungan ini, kita diajak untuk memahami apa arti kebebasan sejati yang melampaui segala pencapaian duniawi maupun surgawi.

TOKOH & TEMPAT

Sinopsis singkat

Sang Buddha mengajarkan para bhikkhu tentang ketidakkekalan segala bentukan (saṅkhārā) melalui gambaran kosmik tentang kemunculan tujuh matahari secara bertahap yang mengeringkan, membakar, dan menghancurkan bumi hingga Gunung Sineru. Ia kemudian membandingkan dengan kisah guru Sunetta yang, meskipun mencapai pencapaian luhur melalui cinta kasih, tetap tidak terbebas dari kelahiran, penuaan, dan kematian karena tidak memahami empat hal mulia: moralitas, konsentrasi, kebijaksanaan, dan kebebasan.

Pengantar Tiga Keranjang · bukan bagian dari teks kanonik.

an7.66:3.1 Sineru, raja pegunungan, panjangnya 84.000 yojana, lebarnya 84.000 yojana, terbenam 84.000 yojana ke dalam samudra besar, dan menjulang 84.000 yojana di atas samudra besar.

an7.66:3.2 Ada suatu masa, para bhikkhu, ketika setelah waktu yang sangat lama berlalu—banyak tahun, banyak ratusan tahun, banyak ribuan tahun, banyak ratusan ribu tahun—hujan tidak turun.

an7.66:3.3 Ketika hujan tidak turun, para bhikkhu, segala benih dan tumbuhan, segala herba, rumput, dan pepohonan besar menjadi layu dan kering, lalu lenyap.

an7.66:3.4 Demikian tidak kekalnya, para bhikkhu, segala bentukan;

an7.66:3.5 demikian tidak stabilnya, para bhikkhu, segala bentukan ...

TEKS DI TIGA KERANJANG
IndonesiaTersedia

Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.