Aṅguttara Nikāya · Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang
KENALI DUNIA AN 7.65
Kenali dunia dalam sutta ini
Sutta ini mengajak kita merenungkan betapa pentingnya dua kualitas batin yang sering dianggap sepele: rasa malu dan kehati-hatian. Melalui perumpamaan pohon, kita diajak melihat bagaimana kualitas-kualitas ini menjadi akar dari seluruh perkembangan spiritual.
Dalam sutta ini, Sang Buddha menjelaskan kepada para bhikkhu bahwa rasa malu (hiri) dan kehati-hatian (ottappa) adalah fondasi utama dalam kehidupan spiritual. Tanpa keduanya, pengendalian indria, moralitas, konsentrasi benar, pengetahuan sesuai kenyataan, kejijikan, kebosanan, hingga pengetahuan kebebasan tidak dapat tumbuh. Sebaliknya, dengan adanya rasa malu dan kehati-hatian, seluruh kualitas baik ini berkembang sempurna, bagaikan pohon yang lengkap cabang dan daunnya tumbuh hingga kayu terasnya.
Pengantar Tiga Keranjang · bukan bagian dari teks kanonik.
Hirottappe, bhikkhave, sati hirottappasampannassa upanisasampanno hoti indriyasaṁvaro;
Para bhikkhu, ketika ada rasa malu dan kehati-hatian, bagi seseorang yang memiliki rasa malu dan kehati-hatian, pengendalian indria memiliki landasan pendukung yang lengkap;
When there is conscience and prudence, a person who has fulfilled conscience and prudence has fulfilled a vital condition for sense restraint.
sammāsamādhimhi sati sammāsamādhisampannassa upanisasampannaṁ hoti yathābhūtañāṇadassanaṁ;
Ketika terdapat konsentrasi benar, seseorang yang telah memenuhi konsentrasi benar telah memenuhi kondisi penting bagi pengetahuan dan penglihatan sesuai kenyataan.
When there is right immersion, one who has fulfilled right immersion has fulfilled a vital condition for true knowledge and vision.
yathābhūtañāṇadassane sati yathābhūtañāṇadassanasampannassa upanisasampanno hoti nibbidāvirāgo;
Ketika terdapat pengetahuan dan penglihatan sesuai kenyataan, seseorang yang telah memenuhi pengetahuan dan penglihatan sesuai kenyataan telah memenuhi kondisi penting bagi kejijikan dan kebosanan.
When there is true knowledge and vision, one who has fulfilled true knowledge and vision has fulfilled a vital condition for disillusionment and dispassion.
nibbidāvirāge sati nibbidāvirāgasampannassa upanisasampannaṁ hoti vimuttiñāṇadassanaṁ.
Ketika terdapat kejijikan dan kebosanan, seseorang yang telah memenuhi kejijikan dan kebosanan telah memenuhi kondisi penting bagi pengetahuan dan penglihatan kebebasan.
When there is disillusionment and dispassion, one who has fulfilled disillusionment and dispassion has fulfilled a vital condition for knowledge and vision of freedom.
Misalkan, para bhikkhu, ada sebatang pohon yang lengkap dengan cabang dan dedaunan. Kulit tunasnya, kulit kayunya, kayu lunaknya, dan kayu terasnya semuanya tumbuh hingga sempurna.
Suppose there was a tree that was complete with branches and foliage. Its shoots, bark, softwood, and heartwood would grow to fullness.
Evamevaṁ kho, bhikkhave, hirottappe sati hirottappasampannassa upanisasampanno hoti …pe…
Demikian pula, para bhikkhu, ketika terdapat rasa malu dan takut akan akibat perbuatan salah, seseorang yang telah memenuhi rasa malu dan takut akan akibat perbuatan salah telah memenuhi kondisi penting bagi pengendalian indria …
In the same way, when there is conscience and prudence, one who has fulfilled conscience and prudence has fulfilled a vital condition for sense restraint. …
Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.
AN 7.65 · Sutta tentang Rasa Malu dan Kehati-hatian | Tiga Keranjang