Yaṁ kuddho uparodheti,
Apa yang dihancurkan oleh orang marah,
An angry person destroys with ease
Khotbah tentang Pemarah
Sutta ini mengajak kita merenungkan dampak nyata dari kemarahan dalam kehidupan sehari-hari. Mari kita simak bagaimana Sang Buddha menguraikan tujuh kerugian yang dialami oleh orang yang pemarah, dan apa yang bisa kita lakukan untuk mengatasinya.
Dalam khotbah ini, Sang Buddha menjelaskan tujuh hal yang membuat musuh senang dan merugikan orang yang pemarah, baik perempuan maupun laki-laki. Kemarahan membuat seseorang menjadi buruk rupa, tidur tidak nyenyak, salah menilai kebutuhan, kehilangan kekayaan dan ketenaran, dijauhi teman, serta terlahir di alam sengsara. Di akhir khotbah, beliau menekankan bahaya kemarahan yang dapat mendorong seseorang melakukan perbuatan ekstrem, bahkan membunuh orang tua atau bunuh diri, dan menyarankan untuk memotong kemarahan dengan pengendalian diri, kebijaksanaan, dan pandangan benar.
Yaṁ kuddho uparodheti,
Apa yang dihancurkan oleh orang marah,
An angry person destroys with ease
sukaraṁ viya dukkaraṁ;
yang sulit dibangun menjadi mudah dirusak;
what was hard to build.
Pacchā so vigate kodhe,
Setelah itu, ketika kemarahan reda,
Afterwards, when the anger is spent,
aggidaḍḍhova tappati.
mereka tersiksa bagaikan terbakar api.
they’re tormented as if burnt by fire.
Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.