Adaṇḍena asatthena,
Tanpa tongkat dan tanpa pedang,
Without rod or sword,
Khotbah tentang Cinta Kasih
Sutta ini mengajak kita merenungkan kekuatan perbuatan baik dan cinta kasih. Sang Buddha tidak hanya mengajarkan teori, tetapi juga berbagi pengalaman pribadi-Nya sebagai bukti nyata dari buah perbuatan baik. Mari kita simak bagaimana Beliau menggambarkan hasil dari pengembangan cinta kasih yang tekun.
Dalam khotbah ini, Sang Buddha menegaskan kepada para bhikkhu agar tidak takut terhadap perbuatan baik, karena perbuatan baik adalah sebutan untuk kebahagiaan. Beliau menceritakan pengalaman lampau-Nya sendiri: setelah mengembangkan pikiran cinta kasih selama tujuh tahun, Beliau tidak kembali ke dunia ini selama tujuh kappa alam semesta mengembang dan menyusut. Beliau mengalami berbagai kelahiran mulia sebagai Brahmā, Sakka, dan raja pemutar roda, yang semuanya adalah buah dari perbuatan baik dan cinta kasih.
Adaṇḍena asatthena,
Tanpa tongkat dan tanpa pedang,
Without rod or sword,
vijeyya pathaviṁ imaṁ;
aku menaklukkan bumi ini;
I conquered this land.
Asāhasena kammena,
Dengan perbuatan tanpa kekerasan,
Through non-violent action
samena manusāsi taṁ.
aku memerintahnya dengan adil.
I guided it justly.
Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.