Aṅguttara Nikāya · Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang
KENALI DUNIA AN 7.53
Kenali dunia dalam sutta ini
Sutta ini adalah percakapan yang hangat dan inspiratif antara seorang bhikkhu senior dan seorang upasika yang luar biasa. Mari kita simak bagaimana Ibu Nanda dengan rendah hati mengungkapkan pencapaian spiritualnya yang mendalam, yang menantang asumsi umum tentang kemampuan umat awam.
Sutta ini berkisah tentang Veḷukaṇḍakī, seorang upasika yang dikenal sebagai Ibu Nanda, yang ditegur oleh Raja Agung Vessavaṇa saat melantunkan syair-syair suci. Atas permintaan Vessavaṇa, ia mempersembahkan makanan kepada Saṅgha yang dipimpin Sāriputta dan Mahāmoggallāna, lalu mendedikasikan kebajikan itu kepada raja tersebut. Ketika Sāriputta bertanya siapa yang memberitahunya, Ibu Nanda menceritakan peristiwa itu dan kemudian mengungkapkan serangkaian kualitas luar biasa yang ia miliki, mulai dari ketenangan batin saat putranya dieksekusi hingga penguasaan empat jhāna dan pelepasan lima belenggu rendah.
Pengantar Tiga Keranjang · bukan bagian dari teks kanonik.
Kemudian Saṅgha para bhikkhu yang dipimpin oleh Sāriputta dan Moggallāna, setelah merapikan jubah di pagi hari, membawa mangkuk dan jubah, mendatangi kediaman upasika Nanda's Mother, dan setelah tiba, duduk di tempat yang telah disediakan.
And then the Saṅgha of mendicants headed by Sāriputta and Moggallāna robed up in the morning and, taking their bowls and robes, went to the home of Nanda’s Mother, where they sat on the seats spread out.
Kemudian upasika Nanda's Mother dengan tangannya sendiri melayani dan memuaskan Saṅgha para bhikkhu yang dipimpin oleh Sāriputta dan Moggallāna dengan makanan keras dan lunak yang lezat.
Then Nanda’s Mother served and satisfied them with her own hands with delicious fresh and cooked foods.
Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.