‹
AN 7.53

Nandamātāsutta

Ibu Nanda

Aṅguttara Nikāya · Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang

KENALI DUNIA AN 7.53

Kenali dunia dalam sutta ini

Sutta ini adalah percakapan yang hangat dan inspiratif antara seorang bhikkhu senior dan seorang upasika yang luar biasa. Mari kita simak bagaimana Ibu Nanda dengan rendah hati mengungkapkan pencapaian spiritualnya yang mendalam, yang menantang asumsi umum tentang kemampuan umat awam.

TOKOH & TEMPAT

Sinopsis singkat

Sutta ini berkisah tentang Veḷukaṇḍakī, seorang upasika yang dikenal sebagai Ibu Nanda, yang ditegur oleh Raja Agung Vessavaṇa saat melantunkan syair-syair suci. Atas permintaan Vessavaṇa, ia mempersembahkan makanan kepada Saṅgha yang dipimpin Sāriputta dan Mahāmoggallāna, lalu mendedikasikan kebajikan itu kepada raja tersebut. Ketika Sāriputta bertanya siapa yang memberitahunya, Ibu Nanda menceritakan peristiwa itu dan kemudian mengungkapkan serangkaian kualitas luar biasa yang ia miliki, mulai dari ketenangan batin saat putranya dieksekusi hingga penguasaan empat jhāna dan pelepasan lima belenggu rendah.

Pengantar Tiga Keranjang · bukan bagian dari teks kanonik.
an7.53:3.1

Atha kho nandamātā upāsikā pārāyanaṁ sarena bhāsitvā tuṇhī ahosi.

Kemudian, setelah selesai melantunkan syair-syair “Jalan Menuju Pantai Seberang”, ibu Nanda menjadi diam.

Then when her recital was over she fell silent.

an7.53:3.2

Atha kho vessavaṇo mahārājā nandamātāya upāsikāya kathāpariyosānaṁ viditvā abbhānumodi:

Kemudian Raja Agung Vessavaṇa, mengetahui bahwa ia telah selesai, menyampaikan pujiannya:

Then, knowing she had finished, Vessavaṇa applauded, saying,

an7.53:3.3

“sādhu, bhagini, sādhu, bhaginī”ti.

“Bagus, saudari! Bagus, saudari!”

“Good, sister! Good, sister!”

an7.53:3.4

“Ko paneso, bhadramukhā”ti?

“Siapakah Anda, tuan yang tampan?”

“But who might you be, dearest?”

an7.53:3.5

“Ahaṁ te, bhagini, bhātā vessavaṇo, mahārājā”ti.

“Saudari, aku adalah saudaramu Vessavaṇa, Raja Agung.”

“Sister, I am your brother Vessavaṇa, the great king.”

an7.53:3.6

“Sādhu, bhadramukha, tena hi yo me ayaṁ dhammapariyāyo bhaṇito idaṁ te hotu ātitheyyan”ti.

“Bagus, tuan yang tampan! Kalau begitu, semoga pembabaran Dhamma yang telah kulantunkan ini menjadi persembahan bagimu sebagai tamuku.”

“Good, dearest! Then may my recital of the teaching be my offering to you as my guest.”

an7.53:3.7

“Sādhu, bhagini, etañceva me hotu ātitheyyaṁ.

“Bagus, saudari! Semoga itu menjadi persembahan bagiku sebagai tamumu.

“Good, sister! And let this also be your offering to me as your guest.

an7.53:3.8

Sveva sāriputtamoggallānappamukho bhikkhusaṅgho akatapātarāso veḷukaṇḍakaṁ āgamissati, tañca bhikkhusaṅghaṁ parivisitvā mama dakkhiṇaṁ ādiseyyāsi.

Besok, Saṅgha bhikkhu yang dipimpin oleh Sāriputta dan Moggallāna akan tiba di Veḷukaṇṭa sebelum makan pagi. Setelah engkau melayani Saṅgha itu, sudilah engkau mengarahkan persembahan kebajikan itu kepadaku.

Tomorrow, the mendicant Saṅgha headed by Sāriputta and Moggallāna will arrive at Veḷukaṇṭa before breakfast. When you’ve served the Saṅgha, please dedicate the religious donation to me.

an7.53:3.9

Etañceva me bhavissati ātitheyyan”ti.

Maka itu pun akan menjadi persembahan bagiku sebagai tamumu.”

Then that will also be your offering to me as your guest.”

TEKS DI TIGA KERANJANG
IndonesiaTersedia

Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.