‹
AN 7.51

Saṁyogasutta

Khotbah tentang Pengikatan dan Pelepasan

Aṅguttara Nikāya · Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang

KENALI DUNIA AN 7.51

Kenali dunia dalam sutta ini

Khotbah ini mengajak kita merenungkan bagaimana identitas dan hasrat saling terkait. Mari kita simak bagaimana Sang Buddha menguraikan mekanisme halus yang mengikat dan membebaskan batin.

TOKOH & TEMPAT

Sinopsis singkat

Dalam khotbah ini, Sang Buddha mengajarkan tentang bagaimana keterikatan (saṁyoga) dan keterlepasan (visaṁyoga) terjadi, dengan menggunakan contoh identitas gender. Beliau menjelaskan bahwa ketika seseorang terpaku pada identitas gender sendiri dan kemudian terangsang oleh lawan jenis, maka ia terikat. Sebaliknya, ketika seseorang tidak melekat pada identitas gender sendiri dan tidak terangsang oleh lawan jenis, maka ia terbebas dari keterikatan.

Pengantar Tiga Keranjang · bukan bagian dari teks kanonik.
an7.51:3.1

Puriso, bhikkhave, ajjhattaṁ purisindriyaṁ manasi karoti—

Seorang laki-laki, para bhikkhu, memperhatikan kejantanannya sendiri:

A man focuses on his own masculinity:

an7.51:3.2

purisakuttaṁ purisākappaṁ purisavidhaṁ purisacchandaṁ purisassaraṁ purisālaṅkāraṁ.

gerak-gerik kejantanan, penampilan kejantanan, cara-cara kejantanan, keinginan kejantanan, suara kejantanan, dan perhiasan kejantanan.

his masculine moves, masculine appearance, masculine ways, masculine desires, masculine voice, and masculine adornment.

an7.51:3.3

So tattha rajjati tatrābhiramati.

Ia tergugah oleh hal itu dan bergembira karenanya.

He’s stimulated by this and takes pleasure in it.

an7.51:3.4

So tattha ratto tatrābhirato bahiddhā itthindriyaṁ manasi karoti—

Karena tergugah dan bergembira, ia memperhatikan kewanitaan orang lain:

So he focuses on the femininity of others:

an7.51:3.5

itthikuttaṁ itthākappaṁ itthividhaṁ itthicchandaṁ itthissaraṁ itthālaṅkāraṁ.

gerak-gerik kewanitaan, penampilan kewanitaan, cara kewanitaan, keinginan kewanitaan, suara kewanitaan, dan perhiasan kewanitaan.

feminine moves, feminine appearance, feminine ways, feminine desires, feminine voice, and feminine adornment.

an7.51:3.6

So tattha rajjati tatrābhiramati.

Ia bergairah terhadap hal itu dan bersenang karenanya.

He’s stimulated by this and takes pleasure in it.

an7.51:3.7

So tattha ratto tatrābhirato bahiddhā saṁyogaṁ ākaṅkhati.

Karena bergairah dan bersenang terhadap hal itu, ia menginginkan keterikatan dengan pihak luar.

So he desires to yoke himself to another.

an7.51:3.8

Yañcassa saṁyogapaccayā uppajjati sukhaṁ somanassaṁ tañca ākaṅkhati.

Dan kebahagiaan serta kegembiraan yang muncul akibat keterikatan itu pun ia dambakan.

And he desires the pleasure and happiness that comes from such yoking.

an7.51:3.9

Purisatte, bhikkhave, abhiratā sattā itthīsu saṁyogaṁ gatā.

Para bhikkhu, makhluk-makhluk yang bersenang dalam kejantanan mereka menjadi terikat pada wanita.

Sentient beings who relish their masculinity are yoked to women.

an7.51:3.10

Evaṁ kho, bhikkhave, puriso purisattaṁ nātivattati.

Demikianlah, para bhikkhu, seorang pria tidak melampaui kejantanan dirinya.

This is how a man does not transcend his masculinity.

an7.51:3.11

Evaṁ kho, bhikkhave, saṁyogo hoti.

Demikianlah, para bhikkhu, keterikatan terjadi.

This is how yoking comes about.

TEKS DI TIGA KERANJANG
IndonesiaTersedia

Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.