‹
AN 7.50

Methunasutta

Tentang Hubungan Seksual

Aṅguttara Nikāya · Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang

KENALI DUNIA AN 7.50

Kenali dunia dalam sutta ini

Sutta ini mengajak kita merenungkan makna kesucian yang lebih dalam—bukan sekadar perilaku lahiriah, tetapi juga kebersihan batin. Mari kita simak bagaimana Buddha merinci tujuh tingkatan belenggu yang sering kali tidak disadari.

TOKOH & TEMPAT

Sinopsis singkat

Brahmana Jānussoṇi bertanya kepada Buddha apakah ia benar-benar hidup selibat. Buddha menjawab dengan menjelaskan tujuh tingkatan 'belenggu seksual' (methunasaṁyoga) yang membuat kehidupan selibat seseorang menjadi tidak murni—mulai dari hubungan seksual, sentuhan, bercanda, menatap, mendengar suara, mengingat masa lalu, hingga beraspirasi terlahir di alam dewa. Buddha menegaskan bahwa ia baru mengaku mencapai pencerahan sempurna setelah ketujuh belenggu ini sepenuhnya dilepaskan dalam dirinya.

Pengantar Tiga Keranjang · bukan bagian dari teks kanonik.

an7.50:2.1 “Idha, brāhmaṇa, ekacco samaṇo vā brāhmaṇo vā sammā brahmacārī paṭijānamāno na heva kho mātugāmena saddhiṁ dvayaṁdvayasamāpattiṁ samāpajjati;

an7.50:2.2 api ca kho mātugāmassa ucchādanaparimaddananhāpanasambāhanaṁ sādiyati.

an7.50:2.3 So taṁ assādeti, taṁ nikāmeti, tena ca vittiṁ āpajjati.

an7.50:2.4 Idampi kho, brāhmaṇa, brahmacariyassa khaṇḍampi chiddampi sabalampi kammāsampi.

an7.50:2.5 Ayaṁ vuccati, brāhmaṇa, aparisuddhaṁ brahmacariyaṁ carati, saṁyutto methunena saṁyogena na parimuccati jātiyā jarāya maraṇena sokehi paridevehi dukkhehi domanassehi upāyāsehi. ‘Na parimuccati dukkhasmā’ti vadāmi.

TEKS DI TIGA KERANJANG
IndonesiaTersedia

Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.