Katamañca, bhikkhave, hirībalaṁ?
Dan apakah, para bhikkhu, kekuatan rasa malu itu?
And what is the power of conscience?
Sutta Kekuatan Secara Terperinci
Sutta ini adalah salah satu khotbah pendek dan padat yang menyusun kualitas-kualitas penting dalam latihan Buddhis. Mari kita simak bagaimana Sang Buddha merinci masing-masing dari tujuh kekuatan ini sebagai pilar-pilar kekuatan batin seorang praktisi.
Dalam sutta ini, Sang Buddha menjelaskan secara terperinci tujuh kekuatan batin yang dimiliki oleh seorang siswa mulia: keyakinan, usaha, rasa malu, rasa takut akan akibat buruk, perhatian, konsentrasi, dan kebijaksanaan. Setiap kekuatan diuraikan definisinya secara jelas, menunjukkan bagaimana ketujuh kualitas ini menjadi fondasi kokoh bagi kehidupan spiritual dan mengarah pada pembebasan akhir.
Katamañca, bhikkhave, hirībalaṁ?
Dan apakah, para bhikkhu, kekuatan rasa malu itu?
And what is the power of conscience?
Idha, bhikkhave, ariyasāvako hirīmā hoti, hirīyati kāyaduccaritena vacīduccaritena manoduccaritena, hirīyati pāpakānaṁ akusalānaṁ dhammānaṁ samāpattiyā.
Di sini, para bhikkhu, seorang siswa mulia memiliki rasa malu; ia merasa malu terhadap perbuatan buruk melalui tubuh, ucapan, dan pikiran; ia merasa malu terhadap pencapaian kualitas-kualitas yang jahat dan tidak baik.
It’s when a noble disciple has a conscience. They’re conscientious about bad conduct by way of body, speech, and mind, and conscientious about acquiring any bad, unskillful qualities.
Idaṁ vuccati, bhikkhave, hirībalaṁ.
Ini disebut, para bhikkhu, kekuatan rasa malu.
This is called the power of conscience.
Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.