Aṅguttara Nikāya · Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang
KENALI DUNIA AN 7.49
Kenali dunia dalam sutta ini
Sutta ini mengajak kita merenungkan bagaimana cara kita memandang dunia dan diri sendiri. Mari kita simak bagaimana Buddha merinci tujuh persepsi yang dapat mengubah cara pandang tersebut, dan bagaimana kita bisa menilai apakah latihan kita sudah berjalan dengan benar.
Sutta ini membahas tujuh persepsi (saññā) yang jika dikembangkan dan dilatih akan membuahkan hasil besar dan berpuncak pada tanpa-kematian (amata). Buddha menguraikan masing-masing persepsi secara terperinci, menjelaskan manfaat spesifiknya dalam melepaskan kemelekatan, serta memberikan cara bagi para bhikkhu untuk mengevaluasi kemajuan latihan mereka sendiri.
Pengantar Tiga Keranjang · bukan bagian dari teks kanonik.
‘Persepsi penderitaan dalam ketidak-kekalan, para bhikkhu, yang dikembangkan dan dilatih secara berulang-ulang, membawa buah besar, manfaat besar, berakar pada tanpa-kematian, dan berakhir pada tanpa-kematian.’ Demikianlah ini dikatakan. Tetapi mengapa aku mengatakannya?
‘When the perception of suffering in impermanence is developed and cultivated it’s very fruitful and beneficial. It has freedom from death as its objective and culmination.’ That’s what I said, but why did I say it?
Ketika seorang bhikkhu berdiam dengan pikiran yang sering diresapi oleh persepsi penderitaan dalam ketidak-kekalan, persepsi bahaya yang mendalam terhadap kemalasan, kelambanan, kelonggaran, kelalaian, kurangnya ketekunan, dan kurangnya perenungan menjadi kokoh, bagaikan seorang pembunuh yang mengangkat pedang.
When a mendicant often meditates with a mind reinforced with the perception of suffering in impermanence, they establish a keen perception of the danger of sloth, laziness, slackness, negligence, lack of commitment, and failure to review, like a killer with a drawn sword. …
Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.
AN 7.49 · Sutta tentang Persepsi (Kedua) | Tiga Keranjang